Berita

Tjahjo Kumolo/Net

Wawancara

WAWANCARA

Tjahjo Kumolo: Namanya Minggu Tenang Ya Harus Tenang, Setelah Tanggal 15, Mau Demo Silakan...

RABU, 08 FEBRUARI 2017 | 10:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bekas Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP ini mengakui, adanya potensi konflik atau kerawanan di sejumlah daerah yang menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 15 Februari 2017. Salah satunya adalah di DKI Jakarta. Berikut wawancara lengkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo;

Seberapa tinggi tingkat kerawanannya?
Cukup tinggi. Tapi berdasar­kan laporan terakhir, tingkat kerawananya sudah mengalami penurunan.

Apa yang dilakukan guna menghadapi situasi tersebut?

Apa yang dilakukan guna menghadapi situasi tersebut?
Apapun kita harus lakukan persiapan agar masyarakat secara maksimal bisa hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Contoh konkretnya?
Pemerintah telah memba­has langkah-langkah pencega­han pengamanan Pilgub DKI. Kami siagakan jajaran Polri dan TNI untuk mencegah hal -hal yang tidak diinginkan. Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi segala situasi.

Anda yakin pemerintah sudah siap 100 persen untuk menyelenggarakan pilkada serentak 2017?
Sejauh ini kami sangat op­timis, karena semua persiapan sudah dilakukan, dan langkah -langkan antisipasi sudah dise­diakan. Tinggal tunggu pelak­sanaannya.

Tanggal 11 nanti rencananya kan mau ada aksi massa, tang­gapan Anda?
Insya Allah akan tetap kon­dusif, karena kami sudah menyiapkan langkah -lang­kah untuk menghadapinya. Aparat keamanan pun sudah siap melakukan pengamanan. Hanya saja saya imbau supaya masyarakat tidak melakukan aksi tersebut.

Kenapa?
Supaya situasinya kondusif. Karena sukses pilkada itu ada tiga, partisipasi politik maksimal, aparatur negaranya netral, dan tidak ada politik uang.

Kalau ada aksi saat minggu tenang, aksesnya dan stabilitas pasti akan tetap tergganggu.

Aksi tersebut kan tidak terkait dengan konstentan pilkada mana pun?
Namanya minggu tenang ya harus tenang. Walaupun sifatnya tidak terkait dengan tiga pasan­gan calon di Pilkada DKI.

Jadi pemerintah melarang aksi 11 Februari nanti?
Itu baru kemauan saya prib­adi. Saya minta, namanya min­ggu tenang, mau wartawan mau demo, mau apa nanti lah setelah tanggal 15 itu aja. Silakan buat aktivitas apa pun asalkan mendapat izin dari pihak ber­wajib.

Kalau dari pemerintah han­ya meminta seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2017 agar berjalan demokratis. Jaga suasana kondusif pada masa tenang pilkada.

Penyebab rencana aksi itu adalah penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Masalah jabatan dia pasca cuti nanti bagaimana?
Soal itu kami masih menung­gu tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kenapa harus menunggu tuntutan dari JPU?
Supaya kami enggak salah ambil keputusan. Untuk mem­berhentikan sementara Ahok dari jabatannya, harus ada tun­tutan yang dibacakan JPUyang menyatakan dihukum di atas 5 tahun penjara. Kalau tuntutan­nya di atas 5 tahun, pasti saya akan berhentikan sementara.

Kalau tuntutannya kurang dari 5 tahun bagaimana?
Ya saya kembalikan kepada pejabat itu (Ahok).

Karena kasusnya masih berjalan, ada permintaan su­paya masa cuti kampanyenya diperpanjang. Tanggapan Anda?
Tidak bisa. Undang-undang hanya mengatakan izin cuti hanya sampai kampanye sele­sai. Saya harus berpegang pada aturan yang ada. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya