Berita

Net

Hukum

Pansel Mulai Menjaring Calon Penasihat KPK

SELASA, 07 FEBRUARI 2017 | 17:42 WIB | LAPORAN:

Panitia seleksi calon penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai bekerja mencari sosok yang tepat mengisi jabatan itu untuk periode 2017-2021.

Ketua Tim Pansel Imam Prasodjo mengatakan, KPK menyiapkan empat posisi untuk penasihat.

"Kami akan menjalankan tugas selama tiga bulan untuk proses ini," katanya di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta (Selasa, 7/2).


Menurutnya, setiap warga negara Indonesia yang berusia minimal 40 tahun dan maksimal 60 tahun bisa mendaftar menjadi calon penasihat. Selain itu memiliki pendidikan minimal strata satu (S1), bukan pengurus partai politik selama lima tahun terakhir, dan bersedia melepas jabatannya selama menjadi penasihat. Untuk calon yang berasal dari TNI/Polri wajib mendapatkan izin.

Calon juga tidak terikat hubungan darah atau keluarga dengan pimpinan KPK. Serta belum pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, dan menyertakan surat keterangan sehat.

"Kami akan melampirkan komitmen kepada para calon, ketika terpilih tidak berhenti di tengah jalan," jelas Imam.

Dia menambahkan, nantinya para calon akan melewati seleksi administrasi untuk menilai syarat-syarat yang sudah terpenuhi. Kemudian akan dilakukan tes psikologi, assesmen ujian tertulis, serta tes kesehatan.

Setelahnya, pansel akan menyodorkan delapan nama kepada pimpinan KPK, yang kemudian akan diwawancara langsung oleh pimpinan KPK.

"Ketika itu selesai maka tugas pansel pun selesai," ujar Imam. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya