Berita

Foto/Net

Hukum

DPR Ingatkan TNI, Jangan Lagi Beli Alutsista Bekas

Rawan Kecelakaan & Perawatannya Mahal
SELASA, 07 FEBRUARI 2017 | 10:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komisi I DPR meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI tidak lagi membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) second alias bekas. Sebab, selain berbahaya bagi keselamatan, biaya perawatan alutsista tersebut juga mahal. Jika dihitung-hitung harga dan perawatannya, sama saja dengan membeli yang baru.

Permintaan itu disam­paikan dalam rapat Komisi Idengan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Jederal Gatot Nurmantyo di Gedung DPR, kemarin. Agenda rapat tersebut adalah membahas evaluasi real­isasi anggaran dan evaluasi pen­capaian program Kemhan dan TNI tahun 2016 serta rencana program di tahun 2017. Rapat dipimpin TB Hasanuddin.

Rapat diawali dengan pema­paran Menhan soal realisasi program 2016 dan rencana 2017. Nah, dalam sesi tanya jawab, TB Hasanuddin menyinggung soal pembelian alutsista bekas yang beberapa kali dilakukan pemerintah. Politisi PDIP ini meminta hal tersebut tidak dilakukan lagi. "Kita tidak usah membeli alut­sista bekas, terutama untuk TNI AU. Apalagi, itu sudah perintah dari Presiden," tegasnya.


Menurut politisi asal Jawa Barat ini, alutsista bekas banyak menimbulkan kerugian bagi Indonesia. Sudah banyak kecela­kaan yang menimbulkan korban jiwa akibat alutsista tersebut yang sudah tidak layak. Selain itu, biaya perawatan alutsista tersebut ternyata mahal. Suku cadangnya juga langka.

"Ternyata, pesawat bekas tidak lebih murah. Kalau dihitung-hitung, suku cadangnya sama ma­hal dan perawatannya lebih mahal dari yang baru," terangnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PAN, Hanafi Rais, ikut bicara. Putra Amien Raisa ini mengingatkan bahwa kepemilikan alutsista tidak lagi diperbolehkan dari hibah atau­pun pembelian bekas. "Hal itu jadi kesepakatan kita karena beberapa tahun belakangan kerap terjadi kecelakaan karena alutsista bekas," katanya.

Hanafi berharap, pemerin­tah tidak lagi beralasan bahwa pembelian alutsista bekas demi efisien anggaran. Sebab, sudah banyak buktinya, perawatan alutsista bekas justru lebih mahal dari yang baru. Jika pemerintah membutuhkan alutsista, maka harus membeli yang baru. Sebab, alutsista memiliki haraga pasar yang jelas serta konsekuensi yang jelas. "Kecelakaan dua ta­hun terakhir ini berkesimpulan, tidak boleh (terima alutsista) hibah, tidak boleh (beli alutsista) bekas," tegasnya.

Menanggapi hal ini, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan bahwa pihaknya mempertimbangkan tak lagi menerima hibah alutsista dari luar negeri. Dengan kebijakan ini, diharapkan kecelakaan yang terjadi dua tahun terakhir tak terulang kembali.

"Ya, kita tidak lagi menerima hibah. Kita tidak lagi meneri­ma barang-barang yang bekas. Untuk pesawat udara khususnya, itu harus baru," ucapnya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya