Berita

Foto/Net

Hukum

POLEMIK

Tersangka Pecandu Narkoba Sebaiknya Dihukum Rehabilitasi

Lapas Overkapasitas
SENIN, 06 FEBRUARI 2017 | 10:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Peneliti Institute for Criminal Justice Reform, Erasmus Napitupulu berpendapat banyaknya pengguna dan pecandu narkotika yang dihukum penjara semakin memperburuk kondisi lembaga pemasyarakatan.

Lapas kelebihan daya tampungdan peredaran narko­tika di dalam lapas meningkat. Angka kematian akibat narkotika ikut meningkat lantaran peng­guna dan pecandu narkotika yang membutuhkan rehabilitasi justru dijebloskan ke penjara.

Menurut Erasmus, seharus terjadi perubahan pendekatan penanganan terhadap pengguna narkotika, yaitu dari pendekatan pemidanaan menjadi pendeka­tan kesehatan masyarakat.


"Alasannya sederhana, den­gan ditekannya angka peng­guna dan pecandu maka akan secara signifikan merusak peredaran gelap narkotika. Namun hal ini baru dapat ter­jadi bila dengan pendekatan kesehatan masyarakat, bu­kan dengan pemidanaan yang keras," katanya.

Pihaknya mendukung langkahpemerintah dalam menangani peredaran narkoba. Namun di sisi lain ada persoalan serius terkait pengguna narkotika dalam lapas.

Pemerintah dinilainya masih meneruskan program yang tidak sesuai dengan masalah yang dialami pengguna narko­tika. "Padahal semestinya menurut Undang-undang 35 Tahun 2009, baik pengguna dan pecandu lebih tepat untuk direhabilitasi atau diberikan penanganan dengan perspektif kesehatan," sebut Erasmus.

Dari data yang dikeluar­kan Kementerian Hukum dan HAM pada Desember 2016, penghuni Lapas yang teri­dentifikasi sebagai pengguna narkotika mencapai 25.569 orang. Ini artinya, 30 persen atau hampir sepertiga peng­huni rutan dan lapas adalah kasus narkotika.

Temuan lainnya bahwa 61 persen dakwaan yang diaju­kan jaksa kepada tersangka pengguna dan pecandu narko­tika adalah Pasal 111 dan 112 UU Narkotika, yang ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. Pasal-pasal ini secara otomatis men­gategorikan seorang pengguna dan pecandu sebagai bandar, bukan pengguna. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya