Berita

Basuki "Ahok" Purnama/net

Politik

Ahok Disuruh Minta Maaf Dengan Merangkak

SENIN, 06 FEBRUARI 2017 | 02:55 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Terdakwa dugaan penistaan agama Islam, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan tim kuasa hukumnya, terus mendapat kecaman dari sebagian besar publik setelah bersikap tidak pantas terhadap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin.

Misalnya, Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) mengeluarkan pernyataan keras. Mereka mendesak Ahok segera meminta maaf langsung kepada Kiai Ma'ruf dengan cara merangkak.

"Kami menuntut Ahok segera meminta maaf dengan cara merangkak ke PBNU karena telah menghina Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin," kata Ketua Gemasaba, Robitul Umam, kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (Minggu, 5/2).


Tak hanya itu, dikutip dari RMOL Jakarta, mereka juga mendesak Kapolri untuk segera menangkap dan memenjarakan Ahok beserta pengacaranya yang diduga kuat telah melakukan penyadapan ilegal terhadap KH Ma'ruf Amin. Penahanan terhadap mereka bisa dilakukan berdasarkan UU 11/ 2008 tentang Penyadapan Ilegal dan Pasal 31 UU ITE.

Gemasaba juga menyorot pemerintah yang kerap mengekang nalar kritis mahasiswa, aktivis, dan rakyat jelata memakai pasal Makar dalam KUHP.

"Kami minta pemerintah untuk menghentikan politik pencitraan dan politik badut dan percepat pemerataan ekonomi di daerah-daerah tertinggal," tegas Umam. [ald]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya