Berita

Antasari Azhar

Hukum

Antasari Azhar: Kasus IT KPU Mempercepat Saya Masuk Penjara

MINGGU, 05 FEBRUARI 2017 | 23:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, akhirnya bicara lebih terbuka mengenai kriminalisasi terhadap dirinya yang membuat dia divonis 18 tahun penjara oleh pengadilan.

Ia mengatakan, kriminasasi terhadap dirinya terkait pengusutan terhadap kasus IT KPU yang digunakan dalam penghitungan suara hasil Pemilu 2009.

"IT KPU yang mempercepat saya masuk penjara," kata Antasari di depan ribuan mahasiswa dalam acara Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Minggu (5/2).


Antasari menjelaskan, saat itu KPK baru saja akan memproses kasus IT KPU. Sayangnya, ia keburu ditangkap dalam kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain.

Antasari juga menceritakan bahwa sempat ada seseorang yang membisiki dirinya terkait kasus IT KPU. Ada dugaan bahwa perkara IT KPU berkaitan dengan keluarga Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ada teman nanya saya, kan sudah menangkap besannya (Aulia Pohan, besan SBY). Loh, saya bilang memangnya kenapa? Ternyata yang mengerjakan itu (proyek IT KPU) anaknya (SBY)," ungkap Antasari.

Dalam beberapa pengakuannya kepada publik termasuk lewat bukunya yang berjudul "Testimoni Antasari Azhar untuk Hukum dan Keadilan", Antasari mengaku mempertanyakan penghitungan suara Pileg 2009 yang berlangsung sangat lambat. Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengklaim alat penghitungan suara yang dimilikinya sangat canggih dan bisa menyamai quick count.

Antasari sempat berniat menggerakkan lembaganya menyelidiki dugaan korupsi pengadaan di KPU. Dia mengaku sempat memanggil Wakil Ketua KPK, Haryono Umar, untuk menyelidiki penyimpangan di proyek IT KPU. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Restorative Justice Jadi Komedi saat Diucapkan Jokowi

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:08

Pembentukan Dewan Perdamaian Trump Harus Dikritisi Dunia Islam

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:00

Eggi Sudjana Pengecut, Mau Cari Aman Sendiri

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:15

Beasiswa BSI Maslahat Sentuh Siswa Dhuafa

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:12

Purbaya Bakal Sidak Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:03

Kirim Surat ke Prabowo, Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:32

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Jomplang dengan Nasib Guru Madrasah

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:17

Dukung Prabowo, Gema Bangsa Bukan Cari Jabatan

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:01

Lingkaran Setan Izin Muadalah

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:38

Polri di Bawah Presiden Amanat Reformasi dan Konstitusi

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:13

Selengkapnya