Berita

Buni Yani/Net

Politik

Kata Buni Yani, Penghinaan Kiai Ma'ruf Bukti Omongan Ahok Bermasalah

SABTU, 04 FEBRUARI 2017 | 01:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tersangka kasus kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian, Buni Yani ikut ambil bagian saat pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dan sejumlah ormas Islam mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (3/2),

Buni Yani mengaku hadir atas inisiatif sendiri karena melihat undangan yang sudah viral di media sosial. Ia iku datang sebagai bentuk dukungan kepada Ketua Umum MUI KH. Ma'ruf Amin yang dilecehkan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang Selasa (31/1) lalu.

"Saya datang sendiri. Undangannya kan sudah viral," ujarnya seperti diberitakan RMOLJakarta.


Dalam kesempatan ini Buni Yani kembali menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah atas kasus yang membelitnya saat ini.

"Saya ingin meluruskan kepada kawan-kawan bahwa selama ini saya oleh pendukung Ahok, dianggap orang yang paling bertanggung jawab. Seolah-olah yang benar itu Ahok yang salah itu Buni Yani. Soal namanya, saya jadi tersangka jadi membuat transkip 3 kalimat itu enggak cuma saya, wong sononya (Ahok) sudah bermasalah," tegasnya.

Dijelaskan Buni Yani, dengan adanya kasus penghinaan terhadap Kyai Ma'ruf, menunjukkan bahwa selama ini banyak yang tersinggung oleh omongan Ahok. Bukti itu sudah secara jelas dan meyakinkan bagi dirinya.

"Ini dengan sendirinya menunjukkan Buni Yani tidak bersalah, banyak sekali yang tersinggung gara-gara hal ini. Jadi kalau selama ini saya dipersoalkan, tidak masuk akal," tandasnya. [ian]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya