Berita

Hidayat Nur Wahid/RMOL

Hukum

Politisi PKS Tersangka, Hidayat: Semoga Bukan Pengalihan Isu Ahok

JUMAT, 03 FEBRUARI 2017 | 11:07 WIB

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yudi Widiana Adia akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Selain Yudi, Komisi Pemberantasan Korupsi juga menetapkan politisi PKB, Musa Zainuddin dalam kasus yang sama.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menegaskan komitmen partainya masih antikorupsi.


"Tentu kami mendukung lembaga hukum KPK untuk menyelidiki kasus tersebut. Sejak dari awal PKS tidak mendukung adanya korupsi," ujar Hidayat kepada wartawan di gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Jumat (3/2).

Namun begitu, ia keberatan judul di media tentang tersangka korupsi yang terkesan mengaitkan dengan institusinya, PKS.

"Harusnya sebut saja yang salah namanya karena itu bisa menyangkut institusi dan jangan sebut institusinya yang salah," kritik Hidayat.

Judul seperti itu dinilainya seakan-akan politikus PKS kebanyakan korupsi.

"Nanti bisa dijerat oleh kami (PKS) dalam UU ITE," cetusnya.

Ia yakin KPK pun sendiri tidak pernah menyebut instansi, hanya perseorangan.

"Dan semoga ini bukan pengalihan isu tentang Ahok," tukasnya.

Yudi dan Musa tercatat sebagai anggota DPR aktif periode 2014-2019. Penetapan tersangka keduanya merupakan pengembangan kasus yang sebelumnya telah menjerat anggota dewan lainnya seperti Budi Supriyanto, Amran H. Mustary, Andi Taufan Tiro, dan pengusaha So Kok Seng.

Kasus ini terkuak dari penangkapan anggota Komisi V DPR, Damayanti Wisnu Putranti pada Januari 2016 lalu.[wid/mag]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya