Berita

Foto/Net

Properti

Apartemen Murah Jadi Primadona

Penjualan Properti Meningkat 180 Persen
KAMIS, 02 FEBRUARI 2017 | 09:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Penjualan hunian aparte­men mengalami peningkatan pesat sepanjang tahun lalu. Pada tahun ini diperkirakan peminat apartemen bisa lebih besar. Bah­kan diprediksi bisa meningkat hingga 180 persen.

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung mengungkapkan, berdasarkan data yang baru saja kelar diolah Business Intelligent Rumah123 (portal penjualan properti) mem­perlihatkan industri properti pada tahun 2016 menunjukkan pening­katan signifikan dibanding tahun 2015. Khusus penjualan properti untuk apartemen mengalami pen­ingkatan sebesar 178 persen.

"Penjualan properti pada ta­hun 2016 masih mengalami pertumbuhan, peminat aparte­men meningkat pesat begitu juga dengan rumah tapak yang nyaris 200 persen," kata Untung.


Peningkatan 178 persen dini­lai istimewa mengingat di ta­hun lalu gejolak perlambatan ekonomi sempat menghantam berbagai sektor bisnis. Opti­misme menatap 2017 dengan target 180 persen dirasa tidak berlebihan.

Untuk bisnis properti yang alami perlambatan di tahun lalu nampaknya hanya dirasakan pada penjualan rumah mewah dan apartemen kelas premium.

"Penjualan properti tempat tinggal dalam bentuk rumah tapak maupun apartemen akan terus melesat begitu juga di tahun ini akan meneruskan tren positif tahun 2016," terangnya.

Dia memprediksi, hunian berupa rumah dan apartemen dengan rentang harga Rp 300 jutaan masih terus diminati. Bahkan hingga kisaran harga hingga Rp 800 juta, dinilai san­gat prospektif di tahun 2017.

"Secara garis besar, pembeli dengan rentang harga Rp 300 juta masih menjadi primadona bagi pemula atau pembeli rumah pertama. Tidak hanya di Jabo­detabek namun juga merata di seluruh Indonesia," terangnya.

Tidak hanya penjualan, Ru­mah123 juga mencatatkan per­tumbuhan proyek, serta banyak pengembang besar yang sempat tertunda atau bahkan memban­gun proyek baru.

Sebelumnya, Senior Associ­ate Director, Colliers Interna­tional Indonesia, Ferry Salanto mengungkapkan alasan utama rumah tapak dan apartemen bisa meningkat. Menurutnya factor harga sangat menentukan.

"Banyak pihak pengembang apartemen di wilayah DKI Ja­karta dan sekitarnya sejak tahun lalu cenderung menahan pening­katan harga untuk memacu daya beli masyarakat. Kondisi yang berat membuat developer memi­lih tahan harga," katanya.

Ferry memaparkan tingkat kenaikan harga apartemen pada tahun 2015-2016 hanya 3,8 pers­en, atau lebih rendah dibanding­kan tingkat pertumbuhan pada 2014-2015 (10 persen), dan tingkat pertumbuhan 2013-2014 (17 persen).

Direktur Utama PT Pardika Wisthi Sarana, Achmad Set­iadi melihat pasar apartemen bisa lebih mantap di tahun ini. Jika tahun 2016 yang berat masih bisa tumbuh bagaimana dengan 2017 yang diprediksi perekonomian akan membaik. "Kebijakanâ€"kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah seperti tax amnesty, pelonggaran LTV, penurunan uang muka serta pajak BPHTB efeknya akan terasa di tahun ini maka kami harap mampu membuat sektor properti lebih baik," katanya.

Menurutnya, dari semua sub­sektor properti yang ada, aparte­men merupakan salah satu yang dipercaya bakal melejit tahun ini. Dibanding rumah, tanah atau ruko, investasi apartemen tetap lebih baik dengan beberapa keuntungan seperti gampang menjual kembali, permintaan banyak dan sewa yang tidak pernah surut. ***

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya