Berita

Ahok/Net

Politik

Doli: Orang Seperti Ahok Tidak Pantas Ada Di Indonesia

RABU, 01 FEBRUARI 2017 | 12:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Orang seperti Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak pantas lagi berada di Indonesia.

Begitu tegas politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menanggapi ancaman Ahok kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin saat sidang kedelapan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementan, Jakarta Selatan, kemarin, Selasa (31/1).

"Bagi umat Islam, ulama itu adalah orang tua, panutan, dan teladan. Ketua MUI itu adalah orang tuanya para ulama. Betapa terhormat dan mulianya orang seperti itu. Dan Ahok memposisikan beliau seperti teman seangkatan bahkan memusuhinya," sambung mantan ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu.


Atas alasan itu, Doli menilai Ahok tidak pantas lagi ada di Indonesia yang mayoritas muslim karena teladan umat muslim telah dihinanya

"Kita pantas terhina! Bukan saja umat Islam saja yang terhina, Indonesia pun harus terhina karena pemuka agama tak lagi dihormati di bumi masyarakat beragama ini," terangnya.

Dijelaskan Doli bahwa sebagai masyarakat yang beragama, menghina dan merendahkan ulama tak ada bedanya menghina dan merendahkan pemuka agama lain seperti pendeta, pastur, biksu, dan pemuka agama apapun.

"Kecuali kita semua sudah tak merasa beragama, tak percaya Tuhan, tak ada Pancasila, menjadi atheis atau komunis. Mari kita tanya kepada diri kita dan para pemimpin kita saat ini," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya