Berita

Ahok-Jokowi-Mega/Net

Politik

Kalahkan Kongsi Pemecah Belah Bangsa Mulai Dari Pilgub DKI

RABU, 01 FEBRUARI 2017 | 10:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo, dan Gubernur (nonaktif) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan kongsi pemecah belah bangsa saat ini. Trio politik tersebut sangat berbahaya untuk rakyat Indonesia.

Begitu kata Koordinator Perjuangan Kekuatan Rakyat Yudi Syamhudi Suyuti dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi sesaat lalu, Rabu (1/2).

"Ketiganya terang-terangan memusuhi Islam. Ketiganya berkongsi memberikan aset-aset negara yang milik rakyat kepada China," serunya.


Ketua Panitia Pembentukan Dewan Nasional (PPDN) menjabarkan bahwa Ahok sebagai terdakwa penista agama memiliki sejumlah masalah selama menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Mulai dari kasus dugaan korupsi Rumah Sakit Sumber Waras, Reklamasi Teluk Jakarta yang tidak berpihak kepada rakyat hingga kebijakan-kebijakan Ahok yang menindas rakyat kecil.

"Sementara Megawati dengan pidatonya mengarahkan rakyat untuk tidak beriman pada kehidupan setelah dunia. Juga sekaligus untuk tidak beriman pada Tuhan YME. Sementara kita juga masih ingat ketika Megawati menjual Indosat, kasus BLBI, dan membuat 115 UU pro kapitalis," ujar Yudi.

Sedangkan Presiden Jokowi nampak jelas mengarahkan kekuasaannya untuk membela penista agama. Jokowi, sambung Yudi, juga membebaskan pelaku skandal BLBI yang merugikan negara Rp 650 triliun.

"Jokowi dan Megawati anti kritik dan ingin menutup pintu demokrasi. Menjadikan negara ini sebagai miliknya dan hukum yang digunakan adalah hukum-hukum kekuasaan untuk penguasa dan konglomerat, bukan hukum-hukum untuk keadilan untuk rakyat," lanjutnya.

Ketiga kongsi ini, masih lanjutnya, menjual rakyat kecil dan kemiskinan tapi ketika berkuasa mereka menjadi bagian konglomerat. Mereka mengaku merakyat tapi mengkhianati rakyat.

"Sudah terbukti pengkhianatan mereka. Sudah saatnya kita tinggalkan ketiga manusia tersebut dengan dimulai mengalahkan Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017. Pilih figur yang mampu membangun rakyat melalui program-progamnya," sambung Yudi.

"Agus-Sylvi harapan kita untuk menjadikan Jakarta milik rakyat di 2017," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya