Berita

Nusantara

Empat Provinsi Ini Wilayah Yang Paling Kekurangan Guru

SELASA, 31 JANUARI 2017 | 10:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan analisis perhitungan kuantitas guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tersebar di provinsi dari aspek rasio jumlah guru dan murid.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengemukakan, data BKN menunjukkan rasio guru dan murid tertinggi berada di Provinsi Kalimantan Tengah, Maluku, Papua, dan Sulawesi Tengah, dengan rasio 0,05.

"Daerah-daerah itu selalu dikeluhkan mengalami kekurangan guru. Sebaliknya, rasio terendah dengan angka 0,02 berada di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat," kata Ridwan dalam siaran persnya, Senin (30/1).


Ia juga mengemukakan, berdasarkan komposisi rasio guru-murid tersebut, justru beberapa daerah yang selama ini dianggap mengalami kekurangan guru berada pada kisaran 0,03-0,05.

"Hal ini berindikasi masih terjadinya ketimpangan perhitungan kebutuhan guru terhadap jumlah murid di daerah, yang berdampak dalih pengangkatan tenaga honorer tanpa perhitungan dan analisis yang memadai (Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja)," tutur Ridwan.

Guna mendapatkan informasi sebaran guru dan murid hingga lingkup kabupatan dan kota, menurut Ridwan, BKN siap mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) selaku leading sector dalam hal ini.

Analisis BKN ini menyikapi sebaran guru yang dinilai masih belum proporsional antar satu daerah dengan daerah yang lain di Indonesia. Dan ketidakmerataan kebutuhan guru ini sempat menjadi bahan perhatian Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, 19 Januari 2017. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya