Berita

Hasto/Net

Nusantara

Hasto: Imam Priyono-Achmad Fadli Akan Jadikan Jogja Pusat Budaya Indonesia

SELASA, 31 JANUARI 2017 | 08:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Pasangan Imam Priyono-Achmad Fadli akan mampu membawa Kota Yogyakarta sebagai pusat budaya Indonesia.

Begitu yakin Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menghadiri acara Konsolidasi Relawan Jogja Bangkit dengan tema "Nyawiji Berjuang Mewujudkan Jogja Pusat Kebudayaan" di Gedung Mandala Baktiyasa, Yogyakarta, Senin (30/1).

Turut mendampingi Hasto dalamkesempatan itu selain pasangan calon adalah Ketua DPP PDI Perjuangan Idham Samawi, Ketua DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta Bambang Praswanto, dan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Eko Suwanto. Adapun  relawan yang hadir sekitar 1000 peserta dari berbagai komunitas di Yogyakarta.


Menurutnya, pasangan nomor urut 1 di Pilkada Kota Yogyakarta itu jika diberikan kepercayaan rakyat untuk memimpin Jogja periode lima tahun mendatang dipastikan akan membangun Jogja dengan mengedepankan nilai-nilai kultural dan penuh dengan kreativitas, serta daya cipta.

"Yogyakarta harus jadi pusat pengembangan kebudayaan Jawa. Untuk itu, wajah budaya harus berbaur dengan nilai-nilai pendidikan dan pembangunan tata kota yang indah. Itu yang akan diwujudkan oleh pasangan Imam Priyono-Achmad Fadli jika terpilih nanti," kata Hasto.

Secara khusus, Hasto menyampaikan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar para kadernya yang diamanatkan memimpin daerah dalam pembangunannya mengedepankan budaya. Dengan demikian, kekuasaan yang diemban semata-mata untuk membangun dengan mengedepankan budaya sehingga kekuasaan itu punya wajah keadaban.

Dalam konteks itu pula, PDI Perjuangan akan menggagas para kepala daerah yang punya prestasi baik dan daerahnya menonjol dari sisi budaya untuk bekerja sama agar bisa terkoneksi.

"Misalkan nanti Jogja bekerja sama dengan beberapa daerah di Bali, itu akan pendidikan budaya di Jogja bisa lebih berkembang dan benar-benar menjadi pusat budaya Indonesia," terangnya.

Dengan menjadikan Jogja sebagai pusat budaya, nantinya pasangan Imam Priyono-Achmad Fadli akan memastikan terwujudnya tradisi kebudayaan yang mencerminkan bagaimana Pancasila hidup mengakar dalam keseharian masyarakat Yogyakarta yang dikenal sangat toleran, dan bergotong royong.

"Kami menaruh perhatian di Jogja ini, agar mereka yang ada di sini entah itu mereka yang belajar atau mereka bekerja, bisa merasajak wajah budaya Indonesia yang begitu menyejukkan," ungkap Hasto.

Dalam sambutannya, Hasto menyampaknan bahwa mereka para pejabat yang tertangkap KPK, yang terbaru hakim MK Patrialis Akbar, adalah karena lupa terhadap watak kekuasaannya. Kekuasaan yang harusnya menunjukkan wataknya untuk berpihak kepada rakyat malah untuk dirinya sendiri dan merusak tatanan hukum serta budaya.

Di situlah menurut Hasto penting dalam kepemimpinan untuk meletakkan dan mengedepankan budaya, 'memayu hayuning bawana' yakni memperindah alam yang sudah indah.

"Dan untuk mewujudkan itu butuh komitmen kita, dari dusun, RT/RW, harus berperan untuk itu. Dan pemimpin berperan mengajak semuanya berpartisipasi.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyampaikan agar para relawan mau melakukan kerja politik meyakinkan rakyat untuk memilih pasangan Imam Priyono-Achmad Fadli. Lakukan sosialisasi dari pintu ke pintu dan gethok tular untuk menyampaikan salam dari Presiden Jokowi dan Ibu Megawati Soekarnoputri tentang bagaimana pentingnya mensinergikan program pemerintah pusat dengan daerah.

"Sampaikan kepada rakyat Jogja bahwa kita akan lahirkan pemimpin yang tidak hanya bisa memberikan izin hotel saja. Tetapi kita berikan harapan akan hadirnya pemimpin yang memahami bagaimana kebutuhan warganya," ungkap Hasto.

"Sekarang rakyat Jogja tentu sudah banyak yang gelisah dengan kemacetan dimana-mana, Malioboro-nya sudah kotor, dulu banyak kreasi seninya tetapi sekarang hilang. Itu semua harus dikembalikan agar Jogja dibangun untuk betul-betul bergelora jadi pusat budaya Indonesia," pungkasnya.

Menguatkan pernyataan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Eko Suwanto yang juga Ketua Komisi A DPRD DIY menyampaikan bahwa kondisi Jogja saat ini memang semrawut, kemacetan dan banjir, termasuk genangan air dimana mana.

"Kita percaya dengan komitmen Imam Priyono dan Fadli yang akan wujudkan Jogja Pusat Kebudayaan yang ditandai dengan penataan tata ruang kota yang berkelanjutan, moratorium hotel, pembangunan ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan anak-anak belajar, seniman berkarya juga silaturahmi warga di kampung-kampung akan mengembalikan Jogja yang rapi, asri dan istimewa," katanya. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya