Berita

Deklarasi FKLD/RM

Politik

Tanggapi Deklarasi FKLD, RMJ Tegaskan Muhammadiyah Tidak Berpolitik

SENIN, 30 JANUARI 2017 | 11:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kumpulan aktivis Muhammadiyah yang tergabung dalam Relawan Matahari Jakarta (RMJ) menyesalkan sikap Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhamadiyah (PWM) Jakarta Tjuandi yang menyatakan dukungan kepada salah satu pasangan calon di Pilgub DKI 2017.

Pasalnya, dalam dukungan itu Tjuandi menyebut bahwa dukungannya kepada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni merupakan sikap resmi Muhammadiyah.

"Muhammadiyah secara kelembagaan konsisten menjadi organisasi dakwah yang murni dan tidak perlu dijadikan alat berpolitik," ujar Sekretaris RMJ Ela Nofitasari dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (30/1).


Diterangkan mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu bahwa Muhammadiyah secara khittoh perjuangan tidak berafiliasi politik.

"Muhammadiyah melarang keras kadernya menyeret institusi Muhammadiyah ke dalam pusaran politik, hal ini dijelaskan dalam tanfidz Muktamar Muhammadiyah. Jadi, Tjuandi jelas menyalahi khittoh perjuangan Muhammadiyah," sambungnya.

Untuk itu, RMJ mendesak agar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menindak tegas Tjuandi karena telah menyeret institusi Muhammadiyah ke pusaran politik praktis. Menurutnya, tindakan Tjuandi tidak mengajarkan cara berpolitik yang baik kepada warga Muhammadiyah.

"Untuk Tjuandi, sebaiknya segera meminta maaf kepada warga persyarikatan dan menarik pernyataan yang mendukung paslon nomor satu," tuntut Ela.

Tjuandi mewakili PWM Jakarta saat sejumlah kelompok Islam bergabung dalam Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD) untuk menyatakan dukungan kepada Agus-Sylvi di Pilgub DKI 2017 di Kantor DPP Demokrat di Wisma Proklamasi, Sabtu (28/1).

Tjuandi bahkan didaulat sebagai ketua dewan presidium FKLD DKI Jakarta.

Dalam pernyataannya, Tjuandi menyebut bahwa tanda tangan yang dibubuhkannya dalam deklarasi menunjukkan sikap resmi Muhammadiyah pada pemilihan Jakarta. [ian]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya