Berita

Zainut Tauhid Saadi/Net

Wawancara

WAWANCARA

Zainut Tauhid Saadi: Saya Tidak Yakin Bu Istibsyaroh Memiliki Hubungan Dengan Israel

SENIN, 30 JANUARI 2017 | 10:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini ditunjuk memimpin Tim Tabayun atau Tim Klarifikasi terhadap Istibsyaroh, Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berkun­jung ke Israel menemui Presiden Israel, Reuven Rivlin.

Diketahui, Istibsyaroh memimpin sutu delegasi untuk bertemu dengan Presiden Rivlin pada Rabu, 18 Januari 2017 lalu. Pertemuan itu prakarsa The Australia/Israel & Jewish Affairs Council (AIJAC) alias Dewan Hubungan Australia/Israel dan Yahudi.

Seperti diketahui, antara Indonesia dan Israel tak memi­liki hubungan diplomatik. Selain itu, publik menganggap Israel adalah penjajah Palestina.


Akibatnya, pertemuan Istibsyaroh dengan Presiden Israel itu memunculkan polemik. Menangani perkara itu, MUI memutuskan membentuk Tim Tabayun, untuk mendapatkan informasi dan klarifikasi dari Istibsyaroh.

Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Ketua Tim Tabayun, Zainut Tauhid:

Apa tujuan pembentukan tim tabayun ini?
Untuk mendapatkan keteran­gan dari Istibsyaroh. Pada Rapat Pimpinan MUI hari Selasa, 24 Januari 2017, sebenarnya me­manggil ibu Istibsyaroh, tetapi berhubung yang bersangkutan tidak hadir karena sedang menu­naikan ibadah umrah.

Anggota anda siapa saja?
Anwar Abbas selaku Sekjen, Muhyiddin Junaidi selaku Ketua Bidang Luar Negeri dan dibantu wakil-wakil sekjen.

Tugas Tim Tabayun apa?
Kita bertugas untuk mem­inta keterangan kepada Ibu Istibsyaroh atas apa yang ter­jadi.

Selanjutnya?

Tim menilai hasil klarifikasi dari keterangan tersebut dan merekomendasikan bentuk sank­sinya kepada Pimpinan MUI.

Kapan rencananya pemer­iksaan tersebut?

Tim akan menjadwalkan pe­manggilan Ibu Istibsyaroh set­ibanya beliau dari Tanah Suci.

Sudah ada informasi Istibsyaroh kapan kembali dari Tanah Suci?

Belum ada.

Mengenai sanksi yang akan diberikan?

Sanksi ditetapkan setelah mendengar keterangan dari Ibu Istibsyaroh. Dari keterangan tersebut tim bisa menilai tingkat kesalahannya.

Dari kasus Istibsyaroh ini, apa ada catatan yang dikelu­arkan oleh petinggi MUI?

Ada catatan-catatan penting dari Rapat Pimpinan.

Misalnya?
Menegaskan kembali laran­gan kepada semua pengurus MUI di semua tingkatan untuk berkunjung ke Israel dan ber­temu dengan pejabat Israel atas nama MUI.

Terus?
MUI meminta kepada semua pihak tidak mengambil keun­tungan atas peristiwa ini untuk kepentingan mengadu domba, menebar fitnah dan memecah belah persatuan umat. MUI mengimbau agar peristiwa ini bisa dipetik hikmahnya untuk dijadikan pelajaran berharga dimasa yang akan datang.

Apakah ada sikap MUI ter­hadap Palestina setelah salah satu pengurusnya berkunjung ke Israel?
MUI menegaskan kembali du­kungannya kepada perjuangan rakyat dan bangsa Palestina agar menjadi negara yang berdaulat, merdeka dan terbebas dari ceng­keraman penjajah Israel.

Selain itu, apakah MUI mendapat kritik dari pihak luar terkait kunjungan Istibsyaroh ke Israel?
Berbagai ragam kritik mem­berikan tanggapan terhadap kun­jungan Ibu Istibsyaroh, ada yang keras, ada yang sedang dan ada juga yang biasa-biasa saja.

Lalu menyikapinya seperti apa?
MUI sangat memahami adan­ya reaksi dari berbagai kalangan tersebut dan akan menjadikan kritik itu sebagai masukan yang sangat berharga.

Sebagai sesama pengurus di MUI, figur Istibsyaroh di mata anda seperti apa?
Beliau itu seorang akade­misi, guru besar di salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. Beliau juga mantan ang­gota DPD. Selain di MUI beliau juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan yang lain.

Selama ini anda melihat Istibsyaroh memiliki hubun­gan dengan pihak Israel?

Saya tidak yakin beliau memi­liki hubungan kedekatan dengan pihak Israel, tapi karena po­sisi beliau itulah yang kemudian dikapitalisasi oleh pihak-pihak lain termasuk dari pihak Israel untuk kepentingan propaganda yang menguntungkan Yahudi.

Maksud anda?
Jadi saya menduga be­liau itu dijebak. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya