Berita

Foto/Net

Politik

Novel Bamukmin: Tidak Menyesal, Bukti Ahok Harus Segera Ditahan

SENIN, 30 JANUARI 2017 | 10:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sekretaris Jenderal Dewan Syuro DPD FPI DKI Novel Bamukmin mengaku tidak heran jika Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku tidak menyesal atas ucapan yang terlontar di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

"Sudah tidak kaget dengan Ahok karna gubernur zholim ini penyerang Islam sejati dan tersistematis," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (30/1).

Diterangkan Novel bahwa sebelum dirinya melaporkan Ahok, mantan Bupati Belitung Timur itu sudah kedapatan menyebut Surah Al-Maidah 51 sebanyak 4 kali.


"Sesudah saya laporkan, 3 kali dia serang Al Maidah. Dan ini saya sampaikan ke majelis hakim untuk segera penjarakan Ahok karna sudah tiga kali melakukan perbuatan yang sama," sambung salah satu pengacara yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu.

Pernyataan Ahok yang mengaku tidak menyesal dengan ucapannya dan mengaku akan mengulangi pernyataannya yang sempat diprotes ratusan ribu umat Islam itu jika kembali ke Kepulauan Seribu, dinilai Novel sudah cukup kuat untuk menahan Ahok.

"Dengan tidak menyesal, ini seharusnya Ahok segera ditahan karena berpotensi mengulangi perbuatan lagi dan menjadi provokasi dan pemecah belah dan mengadu domba anak bangsa," pungkasnya.

Ahok dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera mengaku tidak menyesalkan isi pidatonya di Kepulauan Seribu. Meski, karena pidato itu Ahok di demo ratusan ribu orang dan menjadikannya sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.

Ahok bahkan mengaku jika kembali ke Kepulauan Seribu, dirinya akan mengulangi apa yang diucapnya pada 27 September lalu tersebut.

Kutipan jawaban Ahok dalam wawancara Al Jazeera itu adalah sebagai berikut, "tidak, saya tidak ada penyesalan apapun. Jika saya pergi ke Kepulauan Seribu lagi, saya akan katakan itu lagi". [ian]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya