Berita

Politik

DPR Desak Pemerintah Respon Cepat Penyakit Berbahaya Seperti Anthrax

SABTU, 28 JANUARI 2017 | 23:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Masyarakat khususnya di pedesaan perlu diberikan edukasi lanjutan tentang makanan higienis. Edukasi ini diperlukan untuk mencegah terulangnya kembali kasus Anthrax seperti yang menimpa warga di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Anggota Komisi IX DPR RI Ahmad Zainuddin mengatakan, penyakit Anthrax yang menjangkiti beberapa warga di Kulon Progo terjadi karena lemahnya pengetahuan warga tentang prasyarat makanan yang higienis.

"Mereka sebelumnya memakan daging binatang yang mati karena sakit anthrax. Masyarakat perlu diberi edukasi lagi. Daging binatang sakit yang dimasak belum tentu jadi higienis," ujar Zainuddin, Sabtu (28/1).


Sebelumnya, Zainuddin bersama beberapa anggota Komisi IX DPR melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta, Kamis (27/1). Salah satu tujuan kunjungan tersebut untuk melihat perkembangan penanganan kasus anthrax di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.

Zainuddin menyesalkan adanya perbedaan sikap di antara pemerintah. Dia mencontohkan, Pemkab Kulon Progo yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas temuan kasus anthrax di wilayahnya berdasarkan hasil penelitian laboratorium RS Sarjito dan FK UGM. Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo tidak ingin terburu-buru dengan status KLB. Dinkes Kulon Progo menyatakan dari 16 orang penderita anthrax tipe kulit, 15 orang diantaranya telah dinyatakan  sembuh dan satu orang meninggal dunia. Korban meninggal menurut Dinkes, juga tidak dapat dipastikan disebabkan virus anthrax karena korban memiliki riwayat komplikasi diabetes dan penyakit jantung, serta berusia lanjut.

"Pemerintah harus respon cepat setiap ada indikator penyakit menular atau berbahaya seperti anthrax. Ini demi menyelamatkan nyawa manusia. Jangan ada upaya nenutup-nutupi. Seperti yang disampaikan kemenkes yang menyatakan masih suspek sementara di Kulon Progo sudah dinyatakan KLB," cetus Legislator PKS ini.

Zainuddin berharap perbedaan pandangan terhadap wabah penyakit tidak terulang lagi di masa mendatang. Kesamaan sikap yang tepat di antara pemerintah menurutnya, sangat menentukan langkah-langkah penanganan selanjutnya.

"Kasus KLB wabah anthrax pernah terjadi pertengahan tahun lalu. Berlarut-larut penanganan biasanya terjadi karena beda sikap diantara stakeholder. Jangan sampai ini terulang," pungkasnya. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya