Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Inilah Dasar Migran Care Laporkan Fahri Hamzah

JUMAT, 27 JANUARI 2017 | 13:17 WIB | LAPORAN:

LSM Migrant Care resmi melaporkan Wakil Ketua DPRI, Fahri Hamzah ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), hari ini (Jumat, 27/1).

Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah mengatakan bahwa laporan ke MKD ini menyusul kicauan Fahri di akun twitternya @Fahrihamzah: "Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela," pada Selasa (23/1) lalu.

"Menurut kami ada beberapa prinsip yang dilanggar secara etis dan twitter tersebut," terang Anis di gedung Nusantara II Senayan, Jakarta, Jumat (27/1).


Pertama menurutnya, istilah babu tidak relevan dengan konsepsi perburuhan karena lekat dengan konsepsi perbudakan dan sudah lama dihapus dalam kamus perburuhan. Istilah yang ada sekarang adalah PRT dan itu diakui resmi oleh organisasi perburuhan Internasional.

"Jadi itu bagi kami menyakiti buruh migran yang selama ini mereka bekerja secara martabat. Disebut pembantu saja tidak boleh apalagi babu," jelasnya.

Tak hanya itu, istilah mengemis dinilainya tidak pantas karena pada dasarnya buruh migran ke luar negeri untuk bekerja.

"Tidak ada yang mengemis dan meminta-minta. Bahkan mereka bekerja dengan keringat, darah bahkan yang juga kehilangan nyawa. Betapa sulitnya kehidupan mereka," tegasnya.

Anis juga menyebutkan, ada tiga hal yang menjadi permintaan mereka dan ini sudah punya dasar yang kuat sebelum diajukan kepada MKD.

"Menegur agar ke depan lebih mempertimbangkan etika, baik dalam berucap, juga menyampaikan statement. Kedua, (Fahri) dipertimbangkan agar digantikan posisinya sebagai ketua timwas TKI. MKD juga diminta mempertimbangkan posisi Fahri sebagai Wakil Ketua DPR RI," papar Anis.

Dia menilai DPR justru yang gagal melindungi buruh migran. Buktinya, revisi UU yang seharusnya tujuh tahun lalu masuk prioritas Prolegnas mangkrak.

"Salah satunya saudara Fahri yang mindsetnya sangat merendahkan profesi buruh migran di luar negri," kata Anis.

Fahri sendiri sudah memberi penjelasan soal tweet-nya tersebut. Fahri menjelaskan bahwa cuitan itu terkait maraknya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.[wid]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya