Berita

Irwan-Sofyan/Net

Bisnis

Tidak Berhenti Berinovasi, Tahun Ini SidoMuncul Luncurkan Colamilk

JUMAT, 27 JANUARI 2017 | 01:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk memasuki tahun 2017 merilis produk terbaru yakni Colamilk.

Inovasi SidoMuncul ini untuk semakin mengukuhkan sebagai pemimpin pasar minuman serbuk dengan kandungan susu rasa kopi, sekaligus tetap memberikan optimisme manajemen perusahaan jamu dengan predikat terbaik Perusahaan Terbuka (Tbk) Indonesia 2016 versi Majalah Economic Review dan IPMI bahwa produk yang dihasilkannya berkualitas dan berdaya saing sehingga mampu diterima masyarakat luas.

Hal ini ditegaskan Dirut SidoMuncul J Sofyan Hidayat kepada pers saat re-launching Colamilk dan pertemuan distributor wilayah Jawa dan Suamtera di Hotel Chanti, Semarang, Jawa Tenga, beberpa waktu lalu. Sofyan Hidayat didampingi keluarga Hidayat lainnya, Irwan Hidayat, David Hidayat dan Johan Hidayat.


Dalam kesempatan itu Sofyan Hidayat mengatakan berkat konsistensi inovasi produk yang berkualitas itu pula, produk-produk yang dihasilkan SidoMuncul dapat diterima publik nasional bahkan internasional.

"Inovasi produk yang diluncurkan seperti Colamilk ini juga sesuai kebutuhan dan kesukaan konsumen dengan kandungan susu rasa kopi tanpa soda," jelas Sofyan dalam rilisnya, Kamis (26/1).

Colamilk diyakini akan makin memperkuat brands perusahaan dengan kembali melakukan inovasi rasa dengan varian dan kemasan barunya. Produk terbaru minuman Colamilk serbuk dalam kemasan sachet resmi diluncurkan, setelah sebelumnya lima varian herbal drink lebih dulu sukses diperkenalkan pasar.

Produk baru ini merupakan ide Sofyan Hidayat, putra kedua pasangan Yahya dan Desi Sulistyo Hidayat untuk menciptakan minuman nonjamu. Perusahaan yang dikelola generasi ketiga itu kini mampu menformulasikan berbagai produk selain jamu, juga suplemen dan minuman segar. SidoMuncul telah berhasil memproduksi sebanyak 170 jenis jamu dan herbal serta kukuh sebagai kampium pasar di lingkup industri jamu nasional.

Direktur Marketing SidoMuncul Irwan Hidayat menegaskan bahwa Colamilk ini adalah kreasi Sofjan Hidayat yang juga kaya ide, inovasi, dan kreasi. "Ide dan product developer-nya Pak Sofyan. Dulu dinamai Colamill adalah minuman bersoda, sekarang tidak bersoda. Jadi sangat sehat dan menyegarkan untuk di minum," ujar Irwan yang juga dikenal sebagai social-entrepreneur dan marketer nasional.

Sofyan juga menjelaskan perbedaan Colamill dan Colamilk terletak pada hilangnya rasa soda. "Meski bernama Colamilk, tak ada kandungan soda. Rasanya enak. Ide ini muncul dari salah satu produk minuman beralkohol yang mahal dari Jerman. Walau rasa hampir sama, kelebihan Colamilk tidak mengandung alkohol sama sekali. Ini kreasi saya sendiri, hasil penelitian selama tiga tahun. Dijual Rp 4 ribu per sachet, menyesuaikan kantong masyarakat agar harga terjangkau," ungkapnya. Setelah peluncuran ini, Colamill sudah tidak lagi diproduksi karena diganti Colamilk.

Perusahaan kebanggaan bangsa yang telah berpengalaman selama 65 tahun di bidang herbal yang berbasis di Ungaran, Kabupaten Semarang itu, tidak akan berhenti melakukan inovasi produk, sebagai langkah dan upaya konkret bersaing di era MEA. Menurut Sofyan, produk baru minuman Colamilk itu juga sebagai bentuk respon SidoMuncul terhadap keinginan masyarakat, akan minuman segar dalam bentuk serbuk dengan kemasan sachet yang sangat praktis dan tentu bakal digemari semua lapisan masyarakat. Produk ini praktis dibawa saat perjalanan dan sebaiknya dikonsumsi dingin menjelang beristirahat atau setelah beraktivitas.

"Colamilk itu diluncurkan, untuk memenuhi trend masyarakat yang kini lebih menyukai minuman praktis, siap minum dan berasa segar serta harum. Sudah cocok sebagai pemulih stamina yang menyegarkan. Jadi sudah tepat penyajiannya untuk membuat masyarakat senang," ujar Sofyan.
Colamilk yang kembali diluncurkan saat ini adalah minuman serbuk kandungan susu rasa kopi sebagai pengembangan dari produk minuman sebelumnya yang berbentuk serbuk namun bersoda dan sudah dipasarkan terlebih dulu. Colamilk saat ini adalah minuman serbuk kandungan susu rasa kopi  yang dikemas dalam sachet berukuran 26 gram dan diyakini bakal diminati konsumen dari semua lapisan masyarakat.

Menurut Sofyan, pengembangan dan penyempurnaan minuman serbuk Colamilk itu dilakukan dengan penelitian selama empat tahun dan diharapkan minuman segar yang mengandung susu skim bubuk, perisa sintetik, kopi instan dan pemanis gula serta sukralosa itu bisa menjadi gaya hidup masyarakat saat ini. Produk minuman nonsoda terbaru yang didistribusikan PT Muncul Mekar sebagai distributor utama produk-produk SidoMuncul ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan minuman ringan dan segar dalam kemasan sachet yang menggunakan bahan-bahan lokal.

Pada tahap awal, perusahaan publik berkode SIDO dengan 40,5 persen dimiliki Desi Sulistyo Hidayat dan  lima anaknya masing-masing 8 persen serta sisanya 19 persen dipegang publik ini akan memproduksi dan menjual Colamilk serbuk dengan kapasitas 1 juta sachet per tahun, disusul tahun berikutnya bakal ditingkatkan sesuai permintaan pasar. Selain itu, minuman Colamilk diyakini dapat membantu konsumen menjadi senang, karena minuman segar dan harum itu dibuat untuk membuat orang senang dan bukan menjadi susah dan penuh emosi dalam menghadapi tantangan hidup.

Dihadapan 23 distributor yang baru saja menggelar rakor awal tahun tersebut, Sofyan Hidayat yang juga Dirut Muncul Mekar ini juga menantang ujung tombak distribusi produk SidoMuncul ini dapat memenuhi target dan prestasi tertinggi. "Target dan prestasi itu bukan untuk kebesaran SidoMuncul semata tetapi juga untuk mereka dan kesejahteraan terbaik untuk keluarganya. Sudah tepat mereka yang berprestasi berada dalam keluarga besar SidoMuncul memberikan kontribusi juga kepada bangsa dalam mengatasi pengangguran yang menjadi tantangan pemerintah saat ini," jelas Sofyan. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya