Berita

Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Lieus Curigai Latihan Brimob Jabar Dekat Pesantren Habib Rizieq

KAMIS, 26 JANUARI 2017 | 18:32 WIB | LAPORAN:

Beredar surat pemberitahuan dari Satuan Brimob Polda Jawa Barat bernomor B/132/I/2017/Satbm yang ditujukan kepada Kapolsek Mega Mendung, Danramil Mega Mendung, Camat Mega Mendung dan kepala Desa Suka Galih Mega Mendung, Bogor.

Surat bertanggal 21 Januari 2017 yang ditandatangani AKBP Budi Satrijo, SIK, M. Hum itu berisi pemberitahuan tentang akan diadakannya latihan kemampuan tim tindak Sat Brimob Polda Jawa Barat di dekat Pesantren Agrokultur milik Habib Rizieq Shihab, Kampung Lemah Nendet Desa Suka Galih Kecamatan Mega Mendung, Bogor pada tanggal 26 hingga 29 Januari 2017.

Dalam surat itu disebutkan, latihan akan diikuti 80 orang personil dan merupakan latihan tentang penertiban dan penegakan hukum organisasi radikal dan anti Pancasila.


Surat yang ditembuskan ke Kapolres Bogor itu, kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolres Bogor dengan membuat surat serupa yang ditujukan kepada Kepala Desa Suka Galih, Mega Mendung dengan perihal pemberitahuan pinjam pakai lahan daerah latihan militer.

Beredarnya surat dan rencana pelatihan tentang penertiban dan penegakan hukum organisasi radikal dan anti Pancasila oleh anggota Brimob Jawa Barat di dekat Pesantren Agrokultur pimpinan Habib Rizieq Shibab itu, mau tak mau mengundang sejumlah reaksi.

Koordinator KomTak, Lieus Sungkharisma menilai janggal lokasi itu jadi pilihan latihan Brimob Polda Jabar mengingat hubungan antara Habib Rizieq dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Anton Charliyan, sedang memanas.  

"Kita jadi menduga-duga, jangan-jangan latihan itu hanya untuk memberi tekanan kepada Habib Rizieq yang hubungannya sedang tidak mesra dengan Kapolda Jawa Barat," ujar Lieus.

Apalagi, tambah Lieus, latihan itu hanya diikuti 80 orang personil. Itu artinya, markas Brimob masih sangat luas untuk bisa menjadi tempat latihan.

"Jadi kenapa harus memilih lokasi di dekat Pesantren Habib? Apalagi judul latihannya tentang penertiban dan penegakan hukum organisasi radikal dan anti Pancasila," tanya Lieus.

Begitupun, ia masih bersangka baik terhadap pemilihan lokasi itu dan berharap tak ada maksud apa-apa.

"Kalau pemilihan lokasi itu dimaksudkan untuk memberi tekanan pada Habib Rizieq dan FPI, jelas itu cara-cara yang tidak bisa dibenarkan. Itu akan menjadi teror bagi para Santri," kritiknya.

Karena itulah Lieus meminta Presiden Jokowi untuk tidak berdiam diri. Sebab Presiden Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan harus turun tangan membenahi upaya penegakan hukum yang selama ini terkesan sangat tidak adil itu.

Masak sih orang yang benar-benar membela NKRI dan ingin menegakkan Pancasila, justru diperlakukan seperti itu?" cetus Lieus.[wid]



Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya