Berita

Politik

Gerindra Puji Kinerja PT Pupuk Indonesia

KAMIS, 26 JANUARI 2017 | 01:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sesuai program Pemerintah di tahun 2017 yang akan mewujudkan swasembada pangan, sepertinya akan bisa terealisasi dengan kerja keras dan kinerja Holding PT Pupuk Indonesia yang membawahi lima perusahaan pupuk milik BUMN.

Keberhasilan dan kinerja yang baik dari PT Pupuk Indonesia terbukti selama tahun 2016 tidak ada teriakan dari petani yang mengalami kelangkaan pupuk. Artinya, PT Pupuk Indonesia dalam melakukan distribusi dan ketersedian pupuk sangat baik dan tepat waktu dimana pupuk dibutuhkan.

"Padahal, PT Pupuk Indonesia direpotkan juga dengan harga gas sebagai bahan baku pupuk yang harganya sangat tinggi di dalam negeri," kata Wakil Ketua Umum FPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, Kamis (26/1).


Keberhasilan PT Pupuk Indonesia dalam melakukan distribusi pupuk terbukti baik pada akhir Desember 2016, PT Pupuk Indonesia telah menyaIurkan sekitar 8,97 juta ton pupuk. Jumlah pupuk yang disalurkan selama 2016 tersebut terdiri atas pupuk urea sebanyak 3,96 juta ton dan pupuk SP-36 sebanyak 836.253 ton atau 95 persen dari alokasi sebesar 880.000 ton.

Kemudian, pupuk ZA sebanyak 962.432 atau 92 persen dari alokasi sebesar 1,05 juta ton, pupuk NPK sebanyak 2,57 juta ton, dan pupuk organik sebanyak 641.885 ton. Adapun stok pupuk di lini III mencapai 743.092 ton.

"Jumlah ini melebihi ketentuan stok minimum yaitu 638.448 ton," ujar Arief Poyuono.

Untuk program 2017 sesuai Permentan Nomor 69/2016, pupuk bersubsidi tahun anggaran 2017 dialokasikan sebanyak 8,55 juta ton. Perinciannya, pupuk urea sebanyak 3,67 juta ton, pupuk SP-36 sebanyak 800.000 ton, pupuk ZA sebanyak 1 jutaton, pupuk NPK sebanyak 2,18 juta ton, dan pupuk organik sebanyak 895.288 ton.

"Diharapkan pasokan gas sebagai bahan baku pupuk jangan sampai langka serta harga yang kompetitif agar swasembada pangan bisa terwujud di tahun 2017," harap anak buah Prabowo Subianto ini.

Jelas Arief Poyuono, karena swasembada pangan sangat penting bagi negara untuk mengurangi ketergantungan impor pangan yang meyerap banyak devisa negara, maka PT Pupuk Indonesia mesti didahulukan untuk bisa mendapatkan pasokan gas agar bisa berproduksi optimal.

Karena itu eksitensi dan distribusi pupuk subsidi yang dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia sangat strategis dan penting dalam menciptakan swasembada pangan dan keadulatan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Keberhasilan PT Pupuk Indonesia holding dalam penyaluran pupuk subsidi sebagai bentuk manfaat dari pada BUMN yang dibentuk sebagai holding sesuai jenis usahanya sehingga dapat diatur dengan mudah dan tidak saling bersaing sesama BUMN serta bisa meningkatkan kapasitas produksinya," demikian Arief Poyuono. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya