Berita

Foto/Net

Nusantara

Pencarian Dua Napi Kabur Difokuskan Ke Bukit Nusakambangan

RABU, 25 JANUARI 2017 | 07:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pencarian terhadap dua narapidana yang kabur dari Lapas Nusakambangan, Cilacap, sejak Sabtu (21/1) terus dilakukan hingga saat ini. Pencarian difokuskan pada kawasan perbukitan dan perairan di Pulau Nusakambangan.

Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto mengatakan bahwa berdasarkan penelusuran Tim Gabungan dengan menggunakan anjing pelacak, jejak napi yang kabur diindikasi bergerak ke arah perbukitan.

"Kedua napi masih kami cari, saat pakai anjing pelacak terindikasi napui mengarah naik ke atas bukit. Jadi fokus pencarian kami ke kawasan perbukitan dan perairan Pulau Nusakambangan," ujarnya saat live di TVOne sesaat lalu, Rabu (25/1).


Selain itu, pihaknya juga melakukan razia sejumlah kendaraan yang keluar dan masuk ke Cilacap, khususnya ke Nusakambangan.

Lebih lanjut, Yudho menegaskan bahwa napi kabur bukan dengan cara menggali tanah. Melainkan, memanfaatkan kelengahan para petugas lapas.

"Kita sudah olah TKP, tidak benar ada penggalian, tapi memanfaatkan minimnya penjagaan," pungkasnya.

Tim gabungan terus berupaya menemukan narapidana asal Aceh bernama Sarjani Abdullah dan M Husein. Dua napi tersebut kabur hari Sabtu (21/1) lalu dengan cara memanjat pos 3 kemudian melewati tembok setinggi 5 meter. Tidak hanya sampai di situ, keduanya kembali berhasil melewati pagar kawat berduri 6 meter.

Tim yang memburu napi kabur merupakan personel gabungan dari Tim Kejahatan dan Kekerasan Polda Jateng, personel Polres Cilacap, Polres Tegal, Polres Purbalingga, petugas penjara, dan petugas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jateng. Jumlah tim gabungan berkisar 100 orang. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya