Berita

Foto/Net

Politik

PDIP Arab: Fahri Hamzah Menghina TKI

RABU, 25 JANUARI 2017 | 05:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan negara Saudi Arabia mengecam kicauan Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah di jejaring sosial Twitter. Pada 24 Januari 2017, Fahri berkicau "Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela".

Ketua DPLN PDIP Saudi Arabia, Sharief Rachmat menilai, tidak pantas seorang pejabat negara apalagi yang notabene wakil rakyat mengutarakan ucapan tersebut.

"Jangan karena kepentingan dan ambisi politik, TKI dijadikan objek," kata Sharief di Jeddah, Saudi Arabia, seperti dalam keterangannya, Rabu (25/1).


Jelas dia, Fahri telah menghina profesis TKI. "Kalau Fahri Hamzah mengklaim tidak bermaksud menghina TKI, lalu kenapa status twitternya langsung dihapus setalah adanya kritik dan kecaman," tambahnya.

Sharief yang sudah tinggal di Saudi Arabia selama 31 tahun juga menyindir Fahri.

"Hebat sekali TKI yang dinilai babu dan pengemis bisa berkontribusi devisa negara triliuan rupiah, sedangkan Fahri Hamzah apa kontribusinya?" ungkapnya.

"Kedua orang tua saya kurang lebih 35 tahun menjadi TKI di Saudi Arabia. Saya bangga menjadi anak dari pasangan TKI. Mereka tidak mengemis dan mereka berjuang secara terhormat. Menjadi TKI bukanlah pekerjaan yang hina," ujar Sharief menutup komentarnya.

Ketua Umum Posko Perjuangan TKI (POSPERTKI) di Saudi Arabia, Ramida Muhammad mengatakan TKI bukanlah pengemis alias peminta-minta.

"Kami bukan pengemis, kami bekerja dengan segala kemampuan kami dengan niat mulia. Demi menafkahi keluarga kami dari hasil keringat sendiri yang mengucur lelah. Namun kami bangga menjadi TKI dari pada jadi biang korupsi," ucapnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya