Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Fahri Hamzah: Main Tutup Dan Main Larang Adalah Kelakuan Sok Kuasa

RABU, 25 JANUARI 2017 | 03:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ikut prihatin atas pelarangan diskusi publik di stasiun televisi.

"Prihatin dengan pelarangan diskusi publik di TV. Terakhir pelarangan itu dilakukan tahun 1998," kata politisi PKS ini di akun Twitter miliknya ‏@Fahrihamzah.

Fahri tidak menyebut di televisi mana pelarangan itu. Tapi ramai di media sosial, tayangan Indonesia Lawyer Club (ILC) batal disiarkan oleh tvOne, Selasa malam (24/1). (Baca: Karni Ilyas: Dengan Beribu Maaf, Diskusi ILC "Membidik Rizieq" Kami Batalkan)


Fahri bertanya apakah kita sudah kembali ke masa di mana negara juga bertugas memilihkan ingatan dan pikiran?

"Sungguh suatu yang ganjil. Kebebasan berbicara Yang dilindungi konstitusi tak lagi diindahkan," ungkapnya.

Menurut Fahri, apapun alasannya, pelarangan dan bredel adalah kelakuan rezim totalitarian.

"Kalau kalian tak sanggup mencerna pikiran rakyat jangan kalian larang. Tapi. Belajarlah mencerna," lanjutnya.

Masih kata Fahri, rakyat memerlukan negara yang cerdas dan memahami kerumitan percakapan orang-orang bebas.

"Rakyat Indonesia hari ini adalah rakyat bebas merdeka. Takkan mudah dibungkam dan diancam," tambahnya.

"Jika kalian tak sanggup mendengar maka tutup telinga dan menjauhlah dari percakapan. Percakapan bebas memerlukan pendengaran yang dewasa. Main tutup dan main larang adalah kelakuan sok kuasa," lanjut Fahri.

Tidak berhenti di situ, Fahri juga mentweet, "Berapa sih umur jabatan kalian? Selamanya? Jangan begitu...kita semua ini sementara".

"Ayo kembalikan hak publik untuk menonton perdebatan yang bermakna," ajaknya.

Dan berikut sambungan tweet Fahri Hamzah yang diakhiri dengan hastag #StopBredel.

"Jangan takut jika rakyat tambah kritis. Makin cerdas makin baik. Negara maju rakyatnya cerdas dan dewasa".
"Tapi rakyat yang lemah dan takut kepada aparat Pemerintah akan lahirkan negara lemah".
Hentikan larangan diskusi di ruang Publik. Pemerintahan justru Harus bicara di ruang terbuka. Jelaskan semua perkara".
"Ada banyak anak bangsa yang cerdas. Ada banyak yang mengerti persoalan. Ajak mereka".
"Kita semua pendukung negara. Mendukung negara dengan bicara bukan diam seribu bahasa".
"Mari nikmati Dialektika. Mari hentikan bredel dan larangan bicara. #StopBredel". [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya