Berita

Ardian Sopa/RM

Politik

Warga Jakarta Tidak Percaya Ahok Bisa Jaga Keberagaman

SELASA, 24 JANUARI 2017 | 14:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mayoritas warga Jakarta atau sebesar 61,1 persen berpandangan bahwa pro-kontra kasus Ahok yang dituduh menista agama selama empat bulan terakhir telah menganggu suasana Jakarta yang beragam.

"Padahal 96,1 persen menganggap keberagaman Kota Jakarta isu penting dan sangat penting," ujar peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa saat merilis hasil teranyar survei LSI di kantornya Jalan Pemuda 70, Rawamangun, Jakarta, Selasa (24/1).

Dijelaskan Ardian bahwa Ahok paling tidak diuntungkan dengan menaiknya sentimen agama dalam Pilkada Jakarta.  Ini mengingat mantan Bupati Belitung Timur itu berasal dari minoritas dan sekitar 85 persen pemilih Jakarta pemilih Muslim.


"Apalagi sebesar 65,7 persen pemilih muslim Jakarta meyakini Ahok menista agama. Sementara hanya 22 persen pemilih non muslim meyakini Ahok menista agama," sambungnya.

Polarisasi agama, preferensi yang berbeda antara mayoritas dan minoritas menentukan bulat dan lonjong pilkada Jakarta. Akibatnya, bukan Ahok, tapi Agus lebih dipercaya mampu menjaga keberagaman Jakarta.

"Hanya 15,20 persen pemilih yang meyakini Ahok mampu menjaga keberagaman Jakarta. Sementara Agus mendapatkan 30,50 persen, Anies 24,50 persen, dan yang rahasia/tak menjawab 29,80 persen.

"Artinya, Ahok kehilangan trust dan kepercayaan pemilih muslim untuk menjaga keberagaman Jakarta," pungkasnya.

Adapun survei dilakukan pada tanggal 5 hingga 11 Januari 2017 di Jakarta melalui tatap muka terhadap 880 responden. Mereka dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 3,4 persen. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset, FDG/focus group discussion, media analisis, dan indepth interview. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya