Berita

Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief: Sudah Tepat SBY Mentuit, Ketimbang Menyerukan Perlawanan

SELASA, 24 JANUARI 2017 | 04:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menilai komentar Presiden keenam RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di media sosial, "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang?", sudah tepat.

"Menurut saya sudah tepat SBY mentuit walaupun disebut mengeluh. Ketimbang menyerukan perlawanan, karena saya yakin akan diikuti rakyat," kata Andi di akun Twitter miliknya @andiariefaa, Selasa (24/1).

Di Filipina jelas Andi, Joseph Estrada jatuh dari tahta Presiden setelah Fidel V. Ramos dan Corazon "Cory" Aquino menyerukan penggulingan. Dua mantan Presiden itu memilih tidak mengeluh, tapi melawan.


Kuatnya populisme Estrada tidak cukup oleh seruan Kardinal terhadap massa Katolik, mereka butuh dukungan mantan Presiden hingga terguling.

"Apakah kalian pembuly SBY menginginkan mantan Presiden ini tidak sekedar mentuit tapi mengikuti cara Filipina?" sebut Andi.

"Kardinal di Filipina memobilisasi mayoritas Katolik melawan rezim biasa. Kenapa pemimpin Muslim yang serukan melawan ketidakadilan dicibir?" lanjut Andi dalam kicauannya.

Cory Aquino dan Ramos pun lanjut Andi, tetap dikenang sebagai negarawan dan harum justru saat membantu rakyat melawan rezim Estrada yang koplak.

"Agama katolik dan Islam dll punya misi menghadirkan keadilan. Karena itu agama dan politik tidak terhindar dalam satu momentum bertemu," lanjutnya.

Masih kata Andi, Estrada yang memenuhi janji-janji populismenya saja terguling karena pengelolaan negara yang amburadul dan korup. Nah kalau yang cuma janji?

Estrada juga tidak memusuhi umat dan pemimpin Katolik, tapi seruan Kardinal tidak ada kompromi dengan rezim koplak. Nah kalau yang memusuhi?

"SBY memang bukan Cory Aquino atau Ramos untuk mengajak rakyat turun ke jalan. Tapi sebagai tokoh politik, sama-sama punya standar soal negara," tukas Andi Arief. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya