. Pilkada Serentak 2017 akan berlangsung pada 15 Februari mendatang. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta agar masyarakat bisa memilih calon yang amanah dan mampu mempercepat pembangunan.
Menurut Mendagri, masyarakat harus menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya dengan memperhatikan pasangan calon yang mampu dan amanah.
"Pergunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya, pilihlah calon yang amanah dan mampu mempercepat pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di daerah," kata dia, Senin (23/1).
Mendagri menambahkan, Pilkada serentak gelombang kedua ini juga harus berlangsung dengan sukses. Salah satu indikatornya adalah partisipasi masyarakat yang tinggi. Jangan seperti Pilkada sebelumnya, dimana ada satu daerah yang padat penduduk namun minim partisipasi.
Menteri asal PDIP ini juga berpesan agar sosialisasi Pilkada dilakukan semaksimal mungkin agar masyarakat berpartisipasi menggunakan hak pilih. Demi keberlangsungan Pilkada, Kemendagri juga sudah memetakan daerah-daerah yang rawan serta potensi politik uang.
"Kami Kemendagri juga berkonsentrasi pada adanya politik uang selama Pilkada, karena ini merupakan salah satu kunci kesuksesan pilkada," ujar Mendagri.
Tambah dia seperti dilansir dari situs Kemendagri, pada prinsipnya Pilkada adalah upaya pemerintah untuk menjaga netralitas. Maka dari itu, Mendagri mengimbau kepada struktur pemerintah seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri, serta TNI untuk menjaga netralitas tersebut.
"Sukses Pilkada bukan hanya kampanye tetapi bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dan tidak adanya politik uang, masing-masing paslon adu konsep dan program," tukas Mendagri.
[rus]