Berita

Didi Irawadi Syamsuddin/Net

Politik

Jubir Demokrat: Cuitan SBY Jangan Dipolitisasi

MINGGU, 22 JANUARI 2017 | 05:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Demokrat membantah bahwa cuitan Presiden keenam RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah upaya untuk mengalihkan atau memutarbalikan fakta atas kasus dugaan korupsi dana bansos Pemprov DKI Jakara 2014 dan 2015 yang menyeret nama Sylviana Murni.

Sylvi adalah cawagub nomor urut 1 yang mendampingi cagub yang juga putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilkada Jakarta 2017.

Sylvi sendiri pada Jumat (20/1), memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri untuk diminta keterangannya sebagai saksi soal kasus tersebut.


"Nggak, nggak ada itu (mengalihkan kasus Sylvi). Kalau lihat ini, ini sudah lama, tapi makin menjadi-jadi (hoaxnya)," ujar Jurubicara Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin seperti dilansir dari RMOL Jakarta, Minggu (22/1).

Menurutnya, cuitan SBY tersebut merupakan puncak kegelisahan atas maraknya berita bohong dan ujaran kebencian saat ini.

"Sebelumnya sudah terjadi hal seperti ini. Ujaran kebencian, kebohongan, Pak SBY yang negarawan, mengingatkan hal ini, salah nggak? Enggak salah," ungkap Didi.

SBY sebagai mantan presiden yang memimpin bangsa selama 10 tahun menurut Didi, berhak mengingatkan pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa, sehingga cuitan tersebut bukanlah bentuk politisasi dari SBY.

"Saya pikir negara yang punya kekuasaan, menangani hal ini. Pak SBY mengingatkan itu, untuk menjaga keutuhan bangsa," lanjutnya.

"Jangan dipolitisasi, niat baik, maksud baik menjaga persatuan, jangan dipelintir. Kita tidak ingin bangsa ini pecah," tukas Didi, wakil sekjen Demokrat.

Seperti diketahui, Jumat (20), SBY di media sosial twitternya mengetwit kekhawatirannya akan negeri ini yang semakin banyak fitnah dan hoax. "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar 'hoax' berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang?" cuitnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya