Berita

Politik

Meskipun Satu Paslon, Pemilih Harus Tetap Mencoblos

MINGGU, 22 JANUARI 2017 | 03:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tantangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menyelenggarakan Pilkada dengan satu pasangan calon (paslon) adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat atau pemilih bahwa mereka tetap dapat menentukan pilihan.

"Pemilihan satu paslon sebetulnya masih tetap ada pilihan. Masyarakat bisa memilih pasangan calon bersangkutan atau juga tidak memilih, dengan mencoblos kotak kosong. Itu tidak masalah dan diperbolehkan," kata Anggota KPU, Hadar Nafis Gumay.

"Pemahaman itu tentu yang harus tahu betul dan pastikan didapat oleh masyarakat," lanjut dia seperti dilansir dari laman KPU, Minggu (22/1).


Hal itu diungkapkan oleh Hadar saat mengisi Bimbingan Teknis (Bimtek) pemungutan dan penghitungan suara dalam Pilkada Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Jumat (20/1). Bimtek yang digelar di Aula DPRD Kabupaten Landak tersebut, diikuti oleh penyelenggara Pemilihan yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Seperti yang diketahui, Pilkada di Kabupaten Landak merupakan salah satu dari sembilan daerah yang hanya diikuti oleh satu paslon.

Tantangan kedua ialah terkait dengan partisipasi pemilih yang datang memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Paslon tunggal ini merupakan hal yang baru. Selama ini, masyarakat berpandangan yang namanya pemilihan, calonnya lebih dari satu. Maka kalau hanya satu akan membuat warga merasa tidak perlu datang ke TPS.

"Sebetulnya itu tidak tepat. Kita sebagai penyelenggara harus menyadarkan, bahwa sekalipun satu paslon, mereka juga harus hadir," Kata Hadar.

Pilkada membutuhkan legitimasi dari masyarakat. Sehingga partisipasi pemilih dalam pemilihan calon tunggal ini perlu dilakukan. Sehingga, proses demokrasi akan terus tercipta.

"Kalau tidak peduli dan tidak mau datang (ke TPS), maka jarak warga terhadap proses demokrasi akan semakin jauh. Jadi kita punya tugas, walaupun hanya satu paslon, mereka harus tetap hadir," jelas Hadar.

Pada kesempatan tersebut, Hadar tidak bosan-bosannya untuk terus mengingatkan kepada penyelenggara, agar bekerja sesuai dengan aturan yang ada, melayani pemilih, cermat, tepat, dan teliti, serta mempunyai integritas yang tinggi dalam menciptakan pemilihan yang bersih.

"Penyelenggara harus bersikap lurus dan membela apa adanya pilihan masyarakat. Kalau pilihan masyarakat itu ke calon, harus pastikan itu tidak berubah ke kotak kosong. Begitu juga sebaliknya. Kita harus mem-protect pilihan masyarakat dan bekerja dengan integritas yang tinggi," tukasnya. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya