Berita

Foto/Net

Politik

Gerindra Pertanyakan Alasan Pemerintah Impor Profesor

KAMIS, 19 JANUARI 2017 | 11:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pimpinan Komisi X DPR mempertanyakan rencana Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang berencana mengimpor atau mendatangkan gurubesar atau profesor ke Tanah Air. Dikhawatirkan, para profesor yang bukan berasal dari Indonesia tidak memahami NKRI.

"Saya juga khawatir, kalau profesor yang datang dari luar negeri, sejauh mana nanti pemahamannya terhadap NKRI. Saya khawatir mereka minim pemahaman terhadap NKRI," kata Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Partai Gerindra, Sutan Adil Hendra, Kamis (18/1).

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Kemenristekdikti agar melakukan pertimbangan dan memberikan alasan yang konkrit terkait rencana itu. Dimana seharusnya pemerintah lebih mengutamakan profesor milik bangsa sendiri.


"Keluhan yang kita dapat dari teman-teman yang sudah menjadi profesor dan sudah berjuang habis-habisan untuk memperoleh profesor dan melampaui persyaratan-persyaratan, begitu sudah mendapat gelar profesor, malah tidak bisa didayagunakan," ujar Sutan.

Ia berharap, Kemenristekdikti lebih mengutamakan profesor dalam negeri, untuk didayagunakan di berbagai sektor pendidikan.

"Kemenristekdikti menjadi sesuatu kewajiban, untuk memperdayagunakan dan mengakomodir profesor-profesor dalam negeri, karena mereka juga punya angka kredit," imbuh Sutan.

Di satu sisi, Sutan meminta kepada Kemenristekdikti agar terbuka, kenapa tidak mendayagunakan profesor dalam negeri secara maksimal.

"Kenapa Menristekdikti harus impor. Padahal kita bunya banyak profesor," tukasnya seperti dilansir dari Parlmentaria.

Diketahui, Menristekdikti Mohamad Nasir mewacanakan masuknya 500 profesor dari luar negeri sebagai pemicu suasana akademik di segala aspek pada perguruan tinggi dalam negeri. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya