Berita

Margarito Kamis/Net

Politik

POLEMIK PRESIDENTIAL THRESHOLD

Margarito Ke Mendagri: Tunjukan Kepada Saya Dasar Hukumnya?

RABU, 18 JANUARI 2017 | 11:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengungkapkan pemerintah tidak ingin membuat ambang batas capres atau presidential threshold menjadi 0 persen. Justru pemerintah ingin terus menyempurnakannya.

"Kalau tidak (naik), ya bertahan. Jangan malah mundur," jelas Tjahjo di Jakarta, Selasa kemarin (17/1).

Ahli hukum tata negara, Margarito Kamis mengaku menyayangkan "kengototan" pemerintah yang disampaikan Mendagri tersebut.


"Dengan segala hormat kepada Pak Tjahjo, saya minta kepada beliau, tunjukkan kepada saya dasar hukum dari cara berpikir beliau. Itu hal yang paling pokok," ujar dia saat dihubungi redaksi, Rabu (18/1).

Jelas Margarito, bicara demokrasi yang mengatur pemilihan presiden, itu termaktub dalam UUD 1945. Dan itu sudah dikuatkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 14/PUU-XI/2013 tantang pemilu serentak, pilpres dan pileg.

Intinya, calon presiden dan calon wakil presiden bisa dicalonkan parpol atau gabungan parpol peserta pemilu.

"Lalu saya tidak tahu aspirasi demokrasi apa yang dimaksudkan? Makanya, dengan segala hormat saya kepada Pak Tjahjo, jalan berpikir itu keliru, salah," tukas Margarito.

Diketahui, dalam draf RUU Pemilu yang diserahkan ke DPR, pemerintah mengusulkan agar capres dan cawapres dicalonkan parpol atau gabungan parpol minimal memiliki 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional pada pemilu legislatif sebelumnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya