Berita

Desy Ratnasari/Net

Politik

Tanya Dulu, Calon Jamaah Setuju Tidak Dana Haji Untuk Infrastruktur?

RABU, 18 JANUARI 2017 | 09:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi VIII DPR mengkritisi rencana pemerintah menggunakan dana simpanan jamaah haji untuk pembangunan infrastruktur.

Pasalnya, dana calon jamaah haji yang terkumpul tersebut tidak pernah diniatkan dan direncanakan untuk digunakan dalam membangun proyek-proyek pmerintah.

Anggota Komisi VIII DPR, Desy Ratnasari mengatakan akan lebih bijak jika pemerintah mengutamakan biaya pembangunan infrastruktur dari sumber keuangan lainnya.


"Ini kan simpanan jamaah. Selama ini, hasil dana simpanan jamaah itu saja tidak mereka rasakan langsung," ujar politisi PAN ini, Rabu (18/1).

"Padahal, menyimpannya ada yang sampai puluhan tahun. Kalau dibuat untuk infrastruktur, bagaimana lagi menghitungnya? Apa yang didapatkan oleh calon jamaah haji kita?” tambah Desy.

Desy melanjutkan pemerintah telah lalai melaksanakan amanat UU Pengelolaan Keuangan Haji (PKH). Semestinya, lanjut dia, Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) sudah berdiri paling lambat tahun lalu.

"Semestinya mempercepat proses pembentukan BPKH. Badan inilah nanti yang akan diamanahi untuk mengelola dana jamaah haji tersebut. Tentu saja, pengelolaan dana haji harus diorientasikan bagi kemanfaatan untuk jamaah dan umat Islam pada umumnya," sebutnya.

Perlu dicatat, lanjut Desy, uang yang dikumpulkan dari jamaah bukanlah milik pemerintah. Pemerintah hanya diamanahi untuk menyimpan dan mengelola untuk kepentingan perjalanan haji.

Oleh karena itu, jika ada rencana untuk digunakan bagi kepentingan di luar penyelenggaraan haji, maka harus meminta persetujuan jamaah haji terlebih dahulu.

"Kalau jamaah tidak membolehkan, berarti tidak boleh menggunakan dana tersebut. Dan setidaknya Menteri Agama menyampaikan terlebih dahulu keputusan penggunaan dana jamaah ini kepada DPR," tukas Desy. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya