Berita

Zulkifli Hasan/Humas MPR

Zulhas Lebih Khawatir Kesenjangan Dibanding Ancaman Radikalisme

SELASA, 17 JANUARI 2017 | 15:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menjadi pembicara kunci pada Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Jawa Tengah, Selasa (17/1).

Di hadapan ratusan mahasiswa, Zulhas sapaan akrabnya, menanggapi pertanyaan salah seorang mahasiswa mengenai maraknya tenaga kerja asing di Indonesia khususnya dari China.

"Saya tidak setuju hadirnya tenaga kerja ilegal," kata Zulhas seperti dalam rilis Humas MPR.


Ditegaskan Zulhas, apabila masyarakat mengetahui ada tenaga kerja ilegal, silahkan dilaporkan kepada aparat terdekat.

"Ini merupakan salah satu bentuk bela negara," paparnya.

Diakui bahwa Indonesia adalah negara yang luas sehingga tenaga ilegal asing bisa masuk dari berbagai sudut daerah.

"Dalam masalah tenaga kerja ilegal, jangan hanya diserahkan kepada pusat, bisa juga dilaporkan di aparat desa," ujar Zulhas.

Zulhas menambahkan, sebenarnya dia lebih khawatir akan kesenjangan sosial ketimbang ancaman komunisme atau radikalisme. Alasannya, kesenjangan sosial akan bisa "melahirkan" komunisme atau radikalisme.

Diakui saat ini telah terjadi kesenjangan sosial. Di mana ada orang yang sangat kaya, namun banyak pula orang yang miskin.

"Bila orang tidak mempunyai apa-apa, baik itu ilmu pengetahuan, harta, dan sebagainya, lalu mereka mau jadi apa? Itu yang saya takutkan. Mereka yang tidak mempunyai apa-apa maka mudah dirayu menjadi komunis atau radikalis," tukas Zulhas. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya