Damayanti Wisnu Putranti/Net
Damayanti Wisnu Putranti menyebutkan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku-Maluku Utara, Amran HI Mustary yang menentukan pemberian fee 6 persen bagi angÂgota Komisi V DPR.
Fee diberikan jika anggota komisi infrastruktur mau meÂnempatkan program aspirasÂinya di Maluku-Maluku Utara. Uangnya berasal dari calon kontraktor yang akan mengÂgarap program aspirasi.
Dalam persidangan Amran di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin, majelis hakim semÂpat menanyakan soal fee itu kepada Damayanti. "Fee 6 persen itu siapa yang ajukan?" tanya hakim
"Pak Amran, Yang Mulia," jawab Damayanti yang menÂjadi perkara Amran.
Damayanti menuturkan fee dicairkan setelah dia mengusulÂkan program aspirasi pembanguÂnan jalan. Fee dibayarkan calon kontraktor, Abdul Khoir.
Damayanti mengaku diÂrinya bersama Amran beberapa kali menggelar pertemuan membahas program aspirasi yang ditempatkan di BPJN IX. "Membicarakan fee. Yang meÂnentukan fee 6 persen itu Pak Amran," tandasnya lagi.
Amran membantah keÂsaksian Damayanti. "Saya nggak pernah (menentukan fee). Waktu itu, Ibu bilang, 'Saya dapat berapa?'. Coba Ibu ingat-ingat dulu," kata Amran menanggapi kesaksian Damayanti.
Bahkan, Amran balik meÂnyebut Damayanti sebagai orang yang mengenalkan angÂgota Komisi V DPR dengan dirnya. "Yang mengenalkan mereka ke saya itu kan Ibu sendiri," cetusnya.
Damayanti bersikukuh Amran-lah pihak yang meÂnentukan besaran fee. "Saya tetap pada kesaksian saya," kata Damayanti sebelum dipersilakan meninggalkan ruang sidang.
Persidangan kemarin juga menghadirkan Ferri Angrianto, tenaga ahli Damayanti ketika masih jadi anggota Komisi V DPR. Ferri memberikan kesaksian Amran pernah memÂbelikan mobil Toyota Vellfire untuk Damayanti.
Ferri yang menjadi tenaga ahli Damayanti sejak 2014 meÂnyebutkan Amran membelikan mobil sebagai hadiah ulang tahun Damayanti.
Ferri yang menerima uang Rp 500 juta dari Amran unÂtuk pembelian mobil Vellfire. "(Saya lalu) ke showroom di Radio Dalam untuk beli mobil. DP (Uang muka) Rp 40 juta. Beli mobil Alphard Vellfire," kata Ferri
Harga mobil itu sekitar Rp 1 miliar. Kekurangan pembelian mobil dibayarkan Damayanti.
Lagi-lagi, Amran menyangkal kesaksian ini. Ia balik menudÂing Ferri yang mengusulkan agar membelikan Damayanti mobil. "Dan uang saya beriÂkan campur rupiah dan dolar Amerika. Tidak rupiah semua," kata Amran. ***