Berita

Sri Mulyani Indrawati/Net

Bisnis

Menkeu: Ketimpangan Naik Dibandingkan 20 Tahun Lalu...

SELASA, 17 JANUARI 2017 | 09:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati khawatir melihat indeks gini ratio alias ketimpangan di angka 0,4 persen. Menurutnya, angka tersebut peringatan untuk pemerintah agar cepat mengatasinya.

"Jadi Indonesia dengan ketimpangan 0,4 persen itu dianggap relatif meningkat dibanding 20 tahun. Ini mem­berikan warning untuk kita agar mulai melihat apa yang perlu kita perbaiki," ujar Sri Mulyani saat mensosialisasikan tax amnesty (pengampunan pajak) kepada para pemuka agama Kristiani di Jakarta, kemarin.

Ani -sapaan akrab Sri Mulyani--mengatakan, dalam membuat kebijakan, pemerin­tah harus memperhatikan kon­disi sosial masyarakat. Sehingga ketimpangan tidak terus makin melebar.


Dia mengatakan, ketimpangan masalah serius. Sebab, ketimpangan membuat cita-cita mewujudkan kemakmuran untuk masyarakat semakin sulit. Karena, hanya sebagian kecil populasi saja yang menguasai aset negara. Sebanyak 10 sampai 11 persen masyarakat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Ani mengungkapkan, pe­merintah menggenjot program pengampunan pajak antara lain untuk mengatasi ketimpangan tersebut. Sebab, menurutnya, pajak merupakan jalan untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan makmur.

Oleh sebab itu, dia berharap, masyarakat mendukung pro­gram-program pajak pemerintah.

"Penerimaan 86 persen dari sisi pajak, hanya 14 persen yang non pajak. Begitu pentingnya penerimaan pajak, sektor ini mejadi dia tulang punggung Republik Indonesia. Kalau penerimaan pajak berjalan den­gan baik, bisa menanggulangi ketimpangan," terang Ani.

Dia menuturkan, uang p 1 triliun dari pajak bisa meng­gaji 10 ribu polisi dalam satu tahun. Atau uang tersebut mampu memberikan beras bagi 729 ribu rumah tangga miskin. Bila digunakan untuk pembangunan, nilai pajak Rp 1 triliun, negara mampu untuk membangun jalan raya sepan­jang 155 kilometer (km), dan juga mampu membuka lahan sawah baru sebanyak 52.631 hektar (ha).

Sayangnya, lanjut Ani, saat ini masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya membayar pa­jak masih terbatas. Tercatat dari 250 juta masyarakat Indonesia, baru 32,7 juta yang memiliki kemampuan membayar pajak. Dan, dari yang memiliki ke­mampuan bayar pajak, saat ini yang terdaftar sebagai wajib pajak (WP), yang berpotensi hanya sebesar 20,1 juta orang. Dari jumlah itu, yang terealisasi hanya sebesar 12,5 juta WP atau sekitar 62 persen.

Ani mengingatkan program pengampunan pajak atau Tax Amnesty yang hanya menyisa­kan satu periode terakhir.  *** 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya