Berita

Sri Mulyani Indrawati/WSJ

Bisnis

Media Asing Mulai Soroti Kesalahan Sri Mulyani Dalam Mengambil Keputusan

SELASA, 17 JANUARI 2017 | 04:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Presiden Joko Widodo menempatkan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja awalnya disambut hangat kalangan investor. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu dinilai memiliki reputasi baik saat menjabat sebagai Menteri Keuangan di era Susilo Bambang Yudhoyono pada periode 2005-2010.

Namun manuver Sri Mulyani belakangan ini, terutama terkait dengan keputusannya menghentikan kemitraan dengan lembaga pemeringkat utang JP Morgan, menciptakan kesan sebaliknya dan meruntuhkan semua reputasi yang dimilikinya.

Media berpengaruh Wall Street Journal dalam salah satu laporan pekan lalu (Kamis, 12/1) mengatakan bahwa keputusan Sri Mulyani menghentikan secara sepihak kerjasama dengan JP Morgan merupakan sebuah kesalahan dalam mengambil keputusan (judgment).


Laporan WSJ itu berjudul "Indonesia Throws a Tantrum: Jakarta fires J.P. Morgan for telling the economic truth" atau "Indonesia Lemparkan Kemarahanan: Jakarta memecat JP Morgan karena mengatakan hal yang benar".

Sri Mulyani mungkin berusaha menghilangkan keraguan pihak investor terhadap kesehatan perekonomian Indonesia. Namun keputusan menghentikan kemitraan dengan JP Morgan secara sepihak, menurut WSJ, justru menambah ketidakpercahaan pada kondisi kesehatan perekonomian Indonesia.

WSJ menyebut keputusan Sri Mulyani itu sebagai reaksi yang berlebih (overreaction).

Ketegangan antara Sri Mulyani dan JP Morgan berawal dari riset yang dilakukan lembaga keuangan yang bermarkas di New York itu mengenai kekuatan surat utang sejumlah negara menyusul kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS awal November 2016. Hasil riset yang diumumkan pada 13 November itu menjatuhkan nilai surat utang Indonesia sebanyak dua tingkat, dari overweight menjadi underweight.

Pada tanggal 17 November 2016 Sri Mulyani menerbitkan surat untuk kalangan Kementerian Keuangan mengenai penghentian kemitraan dengan JP Morgan. Surat itu ditindaklanjuti dengan rapat pada tanggal 1 Desember.

Di dalam rapat itulah Kementerian Keuangan secara resmi menghentikan segala bentuk hubungan kemitraan dengan JP Morgan mulai 1 Januari 2017.

Kemarahan Sri Mulyani pada JP Morgan awalnya tidak diketahui publik. Juga tidak ada pengumuman di situs resmi Kementerian Keuangan dan Direktorat Perbendaharaan Kementerian Keuangan.

Reaksi berlebihan Sri Mulyani baru diketahui publik setelah kopi surat dari Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu untuk JP Morgan beredar di tengah masyarakat.

Disebutkan oleh WSJ bahwa selama ini pemerintah kerap membantah laporan-laporan negatif mengenai kondisi keuangan atau perekonomian nasional. Di sisi lain, pemerintah juga kerap memberikan kesempatan kepada lembaga-lembaga keuangan yang memuji-muji kinerja perekonomian Indonesia.

Itu sebabnya, ujar WSJ lagi, pihak investor memberikan diskon yang besar untuk analisa yang ditulis oleh analis-analis bank besar. Tetapi, penolakan pemerintah seperti dalam kasus JP Morgan ini malah semakin menimbulkan kesan negatif. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya