Berita

Foto/Net

Politik

Presiden Threshold Tidak Relevan Dengan Pemilu Serentak

SENIN, 16 JANUARI 2017 | 10:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold pada pemilihan umum (pemilu) 2019 sebaiknya tidak perlu ada alias dihapus saja.

Alasannya, pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) akan digelar serentak pada Pemilu nanti.

Selain itu, presidential threshold yang masuk pembahasan kurusial dalam RUU Pemilu di DPR, jelas-jelas adalah tindakan diskriminatif, membungkam demokrasi, dan inkonstitusional.


"Kalau pun dipaksakan menjadi undang-undang, ada potensi akan dibatalkan di (MK) Mahkamah Konstitusi via judicial review," kata pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, Senin (16/1).

Sesuai putusan MK Nomor 14/PUU-XI/2013, setiap partai politik berhak mengusung capres dan cawapres pada pemilu 2019 mendatang.

"Dan kuat dugaan saya, presidential thhreshold ini akan menjadi sumber masalahnya apabila berpatokan pada hasil pileg 2014, ini jelas menguntungkan PDIP. Ini akal-akalan parpol kelas kakap seperti PDIP, bisa jadi pada pilpres 2019 mengajukan calon presiden sendiri tanpa harus berkoalisi dengan parpol lainnya," sebut Pangi.

Menurutnya, jelas ini bentuk dari hegemoni dan agenda parpol besar untuk menundukkan parpol papan tengah dan parpol kecil, agar bisa diatur sesuka hati.

"Parpol pemenang pemilu 2014 juga bukan tidak mungkin bisa mengatur dan mengunci atau mematikan lampu yang menjadi kompetitor elektoral Joko Widodo pada pilpres 2019," tukas Pangi, diretur eksekutif Voxpol Center. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya