Berita

Jenderal Tito Karnavian/Net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Tito Karnavian: Biarkan Rencana Pembentukan Pansus Berjalan, Kami Tidak Akan Mencampuri

SENIN, 16 JANUARI 2017 | 10:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jebolan Akabri 1987 ini tegas menyatakan, anak buah­nya tidak akan bisa diintervensi dalam menangani sebuah kasus. Termasuk dalam kasus makar yang meli­batkan sejumlah tokoh.

"Hukum tidak boleh diinter­vensi. Hukum harus melihat fakta hukumnya, prinsipnya itu," ujarnya di Silang Monas, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, para tersangka dugaan makar sempat menyam­bangi gedung DPR/MPR untuk menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Usai pertemuan Fadli meminta agar polisi segera mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus makar. Dia menilai up­aya Rachmawati Soekarnoputri cs meminta dikembalikannya UUD 1945 lewat MPR/DPR bukanlah tindakan makar.


DPR pun berencana untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) Makar. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan siap menjadi salah satu pen­gusul pembentukannya. Namun sayangnya usulan itu menda­pat penolakan dari partai-partai pendukung pemerintah. Berikut pernyataan Jenderal Tito;

Jadi Polri positif tidak akan menghentikan kasus terse­but?
Tergantung, bagaimana nanti fakta hukumnya.

Maksudnya?
Kalau fakta hukumnya kuat, pasti akan kami lanjutkan pe­nyelidikannya. Tapi kalau fakta hukumnya tidak kuat, kami bisa keluarkan SP3. Itu namanya proses hukum.

DPR kan berencana mem­buat pansus terkait hal itu. Tanggapan Anda?
Pansus makar yang akan dibentuk, tidak berpengaruh pada mekanisme hukum yang te­lah dilakukan Polri. Sebab, kon­teksnya berbeda. Kalau mengadu ke DPR berarti konteksnya politik, sementara kalau di Polri konteksnya sudah hukum.

Jadi biarkan rencana pem­bentukan pansus berjalan. Kami tidak akan mencampuri apa pun hasilnya. Kami hanya ter­gantung pada bagaimana fakta hukumnya. Kalau kuat terus, kalau tidak kuat berhenti, itu saja prinsipnya.

Perkembangan kasus ini sudah sampai mana?
Kami masih dalam proses penyidikan perkaranya. Dari laporan yang saya terima, Polda Metro sudah mengirimkan peny­idik ke Sumatera Barat Kamis kemarin, guna memeriksa be­berapa saksi.

Siapa saja saksi yang diperiksa di sana?
Kalau itu tidak bisa saya ungkapkan.

Isi pemeriksaannya soal apa?

Penyidik memeriksa saksi yang terkait dengan pengerahan massa di Sumbar. Ada kegiatan di sana, rapat-rapat pengera­han massa. Selain itu pemerik­saan juga akan mendalami cara pengerahan massa dari Sumbar ke Jakarta.

Sudah ada berkas perkara yang dilimpahkan ke penga­dilan?

Sudah tiga berkas perkara dilimpahkan tahap satu ke Kejaksaan. Ini kami biarkan ber­jalan sampai diputuskan dari proses hukum itu sendiri hingga putusan pengadilan.

Berkas perkara siapa saja yang sudah dilimpahkan?

Milik Sri Bintang Pamungkas, serta tersangka pelanggar Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) atas nama Rizal dan Jamran. Ketiga berkas perkara itu telah dilimpahkan ke Kejaksaan pada Jumat, 6 Januari 2017 lalu.

Berkas tersangka lainnya bagaimana?
Penyidik masih terus melaku­kan pelengkapan berkas terhadap tersangka makar lainnya yaitu Rachmawati Sukarnoputri, Alvin Indra, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein dan Eko Santjojo.

Kapan berkas lainnya akan dilimpahkan?
Tidak tahu, itu kan tergantung bagaimana nanti penyidik. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya