Berita

Jokowi - Gatot Nurmantyo/net

Politik

Australia Ingin Pecah Belah Pemimpin Indonesia!

SABTU, 14 JANUARI 2017 | 15:06 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Joko Widodo sebaiknya tidak terpancing provokasi-provokasi dari Australia yang mengadudomba dirinya dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Hal ini dikatakan analis politik dari Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama), Dr. Andriansyah, Msi, saat diwawancara redaksi beberapa saat lalu (Sabtu, 14/1).

"Pastinya, Australia punya kepentingan terhadap Indonesia. Yang harus dilakukan Jokowi menanggapi provokasi-provokasi itu adalah tidak emosional sambil menjaga hubungan baik dua negara," kata Andriansyah.


Provokasi dari Australia salah satunya datang dari analis Australia Strategic Policy Institute (ASPI), John McBeth, dalam artikelnya yang berjudul Jokowi and the General di ASPIStrategist.org.au.

McBeth menilai Jenderal Gatot memiliki ambisi untuk ikut dalam pemilihan presiden tahun 2019. Ambisi itu terlihat jelas, apalagi jika melihat keputusan Gatot menghentikan latihan bersama TNI dan militer Australia, serta hubungan baiknya dengan kelompok garis keras Front Pembela Islam (FPI) dan kelompok Islam lainnya. McBeth menyebut Gatot menggunakan segala cara menaikkan popularitasnya.

Andriansyah mengatakan, opini dari analis negeri Kanguru itu mengada-ada. Apalagi kebijakan Gatot memutus sementara kerjasama militer itu dipicu perbuatan menghina lambang dan dasar negara Indonesia oleh anggota militer Australia.

"Memutuskan latihan perang itu keputusan paling tepat. Jenderal Gatot itu tentara profesional. Dia dihajar isu itu karena Australia kaget atas keputusannya. Mereka pakai segala cara untuk hajar Gatot, terutama soal kedekatannya dengan Islam dan masyarakat," ujar Andriansyah.

Menurut Andriansyah, popularitas Gatot memang meningkat belakangan ini. Tetapi itu adalah konsekuensi dari kebijakan sebagai Panglima TNI dan cara dia sebagai petinggi militer merangkul masyarakat.

"Saya melihat kedekatan dia dengan rakyat adalah sebagai tentara dan panglima yang berkepentingan terhadap keamanan negara," tegasnya.

Andriansyah mengaku sempat mendengar kabar akan adanya pergantian Panglima TNI. Tetapi, kabar itu sudah beredar jauh sebelum Gatot menghentikan sementara kerjasama militer dengan Australia.

"Jadi kalau ada pergantian Panglima pun, itu pasti karena kebutuhan negara, bukan karena desakan Australia. Lagipula saya melihat tidak ada urgensi penggantian Panglima saat ini," tutupnya. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya