Berita

Zulkifli Hasan/MPR

Zulkifli Prihatin Pengelompokan Kebangsaan Masih Terus Berlangsung

SABTU, 14 JANUARI 2017 | 14:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan turut prihatin dengan isu pengelompokan kebangsaan yang berlangsung sejak akhir 2016 hingga awal 2017.

Keprihatinan itu muncul karena adanya kelompok yang berpendirian, yang bukan golongannya berarti bukan teman. Mereka yang bukan teman itu bisa dimusuhi dan diperangi, meskipun masih satu bangsa dan negara Indonesia.

Pengelompokan-pengelompokan yang memicu pertikaian itu menurut Zulkifli muncul seiring semakin rapuhnya semangat kebangsaan. Dan semakin besarnya kesenjangan, baik antara pusat daerah, Jawa dan non jawa, serta barat dan timur.


Pernyataanitu disampaikan Zulkifli di hadapan peserta Rakernas Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI). Rakernas AMKI berlangsung di Msjid Al-Furqpn Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jawa Barat, Sabtu (14/1).

Kesenjangan yang terjadi di Indonesia kata Zulkifli tampak begitu kasat mata. Antara lain, pada bidang penguasaan lahan, penguasaan sumber daya alam, hingga aktivitas impor yang sudah mencakup seluruh kebutuhan hidup. Mulai dari padi, bawang, jagung, kedele hingga garam.

"Petani kita tak punya lahan, dan pekerjaan, mereka juga tak memiliki keterampilan dan pengetahuan, ketika lapar, menjadi sangat gampang disusupi untuk melakukan tindakan anarkisme," kata Zulkifli menambahkan.

Selain karena alasan kesenjangan, lanjut Zulkifli, perilaku pejabat negara yang tidak mencerminkan Pancasila menambah rumit persoalan kebangsaan.

Mereka adalah para pejabat yang lupa dengan tujuannya menjadi pemimpin. Sehingga menjadikan jabatannya sebagai alat untuk memperkaya diri sendiri.

"Lupa pada sumpahnya yang harus menjadi pelayan masyarakat," tukas Zulkifli yang juga ketum PAN ini seperti dalam rilis Humas MPR. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya