Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Gerindra: Mafia Di Kementerian PUPR Banyak, Dana Haji Jangan Buat Infrastruktur

SABTU, 14 JANUARI 2017 | 03:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sangat berisiko jika simpanan dana haji calon jamaah digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Begitu tegas Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Sabtu (14/1). Selain berisiko tinggi, return of investment penggunaan dana haji untuk infrastruktur juga terbilang lama.

Arief juga menilai, mafia di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam setiap pembangunan proyek infrastruktur masih banyak, sehingga akan sangat beresiko jika dana setoran jamaah haji digunakan untuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur.


"Sangat beresiko jika diinvestasikan ke pembangunan proyek infrastruktur, sebab dari berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia oleh pemerintah rawan dengan mark up dan korupsi, dan banyak yang mangkrak proyek selama Kementerian PUPR dipimpin Basuki Hadimuljono," ujarnya.

Lebih lanjut, Arief menyarankan agar adan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendorong untuk bisa berdirinya Bank Tabung Haji. Hal itu, menurutnya akan lebih banyak bermanfaat bagi masyarakat dan semakin memperkuat fungsi intermediasi bank dalam mendukung usaha sektor UKM. Ini mengingat banyak pelaku usaha sektor UKM di daerah yang menjadi tamu Allah di tanah suci.

"Dengan dukungan dana haji yang terhimpun, maka Bank Tabungan Haji akan lebih banyak bermanfaat mendukung sektor UKM yang akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat," sambungnya.

Sebelumya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai total setoran dana haji ke Kementerian Agama yang saat ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 70 triliun dapat digunakan untuk proyek infrastruktur, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Arief menilai pernyataan Bambang ini terlontar karena Menteri PUPR gagal dalam menarik investor untuk membangun proyek infrastruktur.

"Menteri PUPR Gagal tarik investor untuk proyek infrastruktur membuat Bappenas kehilangaan akal dengan wacana gunakan dana setoran haji untuk bangun proyek infrastruktur," sambung Arief

"Jadi gini ya, ketidakmampuan mencari dana untuk membiayai proyek infrastruktur karena kreditor sudah tahu akan buruknya sistim tender proyek infrastruktur oleh Kementerian PUPR, yang banyak dikuasai para mafia infrastruktur dan broker-broker enggak jelas dan membuat harga menjadi tidak ekonomis," pungkasnya. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya