Berita

Sukmawati Soekarnoputri/net

Hukum

Sukmawati: Rizieq Tidak Jantan!

JUMAT, 13 JANUARI 2017 | 18:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pelapor kasus dugaan penghinaan Pancasila, Sukmawati Soekarnoputri, menolak tegas permintaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, untuk meminta maaf.

Sukmawati malah sangat kecewa dengan sikap Rizieq yang tidak jantan, tidak fair dan tidak menunjukkan diri sebagai seorang ulama.

Kemarin, setelah menjalani pemeriksaan di Polda Jabar untuk kasus dugaan penghinaan Pancasila, Habib Rizieq menuntut Sukmawati Soekarnoputri menarik laporannya di kepolisian. Rizieq bahkan mengatakan bakal memaafkan Sukmawati jika melakukan hal tersebut.


"Saya sangat kecewa. Sebagai seorang ulama, Rizieq tidak jantan dan tidak fair," tegas Sukmawati saat mendatangi Markas Polda Jabar di Jalan Soekarno Hatta 748 Bandung, Jumat (13/1).

Dikutip dari RMOL Jabar, putri Bung Karno itu mengatakan, justru Rizieq yang wajib meminta maaf karena perkataannya menyakiti keluarga Sang Proklamator sekaligus bangsa Indonesia.

"Bukan saya yang seharusnya minta maaf, tapi Rizieq. Kata-kata dia (Rizieq) tidak berakhlak dan menyakiti bukan saja kepada keluarga proklamator, tetapi juga kaum nasionalis, terutama bangsa Indonesia," ujar Sukma.

Sukmawati menegaskan, video yang menjadi barang bukti dugaan penodaan lambang negara oleh Rizieq sudah diperiksa oleh tim ahli dan tidak mungkin direkayasa.

"Video sudah diperiksa ahli IT, dan video itu benar bukan rekayasa," tegas dia.

Sukmawati juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membela ulama yang perkataannya keliru dan menimbulkan kebencian di antara anak bangsa.

"Masyarakat jangan membela ulama yang keliru di dalam berkata dan jangan membela siapapun yang selalu membuat kebencian pada bangsa Indonesia," ujarnya. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Restorative Justice Jadi Komedi saat Diucapkan Jokowi

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:08

Pembentukan Dewan Perdamaian Trump Harus Dikritisi Dunia Islam

Selasa, 27 Januari 2026 | 04:00

Eggi Sudjana Pengecut, Mau Cari Aman Sendiri

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:15

Beasiswa BSI Maslahat Sentuh Siswa Dhuafa

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:12

Purbaya Bakal Sidak Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak

Selasa, 27 Januari 2026 | 03:03

Kirim Surat ke Prabowo, Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:32

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Jomplang dengan Nasib Guru Madrasah

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:17

Dukung Prabowo, Gema Bangsa Bukan Cari Jabatan

Selasa, 27 Januari 2026 | 02:01

Lingkaran Setan Izin Muadalah

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:38

Polri di Bawah Presiden Amanat Reformasi dan Konstitusi

Selasa, 27 Januari 2026 | 01:13

Selengkapnya