Berita

RMOL

Pimpinan MPR Terima Kunjungan Kehormatan Parlemen Korsel

KAMIS, 12 JANUARI 2017 | 17:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menerima kunjungan kehormatan Speaker of National Assembly Korea Selatan Chung Sye Kyun dan delegasi di Gedung Nusantara IV, komplek parlemen, Jakarta, Kamis (12/1).

Zulkifli Hasan didampingi para wakil ketua MPR yakni Mahyudin, Hidayat Nur Wahid, E.E Mangindaan dan Oesman Sapta Odang, Ketua Fraksi Nasdem MPR Prof. Bachtiar Aly, Alimin Abdullah dari Fraksi PAN MPR, Mujib Rohmat dari Fraksi Golkar, M. Arwani Thomafi dari Fraksi PPP, Elnino dari Fraksi Gerindra, dan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono menyambut kedatangan delegasi.

"‎Kami berterima kasih atas sambutan yang hangat dari Ketua MPR dan petinggi MPR lainnya, kami merasa sangat terhormat. Sebelumnya, kami sudah menemui Presiden Joko Widodo dan beliau menerima kami dengan baik dan membicarakan beberapa isu penting. Pertemuan dengan pimpinan MPR RI ini saya rasa akan sangat mendorong kerjasama lebih baik lagi antara dua pemerintahan dan dua negara," ujar Chung Sye-Kyun dalam perbincangan dengan Ketua MPR RI.


Chung Sye-Kyun juga mengungkapkan bahwa kunjungan ke Indonesia adalah kunjungan keluar negeri pertama parlemen Korea Selatan.

"Ketika saya mengatakan akan mengunjungi Indonesia, anggota parlemen banyak yang mau ikut dengan saya tapi kemudian tidak semuanya datang hanya sebagian ini saja," katanya.

Lebih jauh, Chung Sye-Kyun mengatakan bahwa dipilihnya Indonesia sebagai negara pertama dalam lawatan kenegaraan di tahun 2017 adalah dikarenakan Indonesia adalah sahabat sejati Korea Selatan.

"Sebagaimana kita ketahui, khususnya Bapak Zulkifli Hasan sangat kami kenal. Bersamanya, Korea Selatan dan Indonesia memiliki hubungan erat dan tercatat dalam rekam jejak bahwa Indonesia adalah nomer satu bagi Korsel di negara Asean dimana Korsel menanamkan investasinya di bidang kehutanan, dan Bapak Zulkifli Hasan erat hubungannya dengan kami saat menjabat Menteri Kehutanan kemitraan kita itu sangatlah baik. Ke depan kami ingin fokus bersama Indonesia untuk mengajak melakukan kerjasama dibidang pertanian dan perikanan, hal itu sangat penting dan akan kami tindak lanjuti setelah kami pulang nanti," tutur Chung Sye-Kyun.

Zulkifli Hasan sangat mengapresiasi negara Korea Selatan sebagai sahabat sejati Indonesia yang terus berupaya menjaga selalu hubungan baik tersebut apalagi hubunghan antar parlemen harus dijaga dan ditingkatkan lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga memaparkan sedikit tentang keanggotan MPR RI serta fungsi, tugas serta wewenang MPR RI sesuai dengan UU dan Konstitusi Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dalam pertemuan tersebut membuka sedikit masalah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Korea Selatan. Dia melihat bahwa Korea Selatan adalah salah satu negara yang baik perlakuannya terhadap tenaga kerja asal Indonesia.

"Saya harap Korea Selatan menjaga betul tenaga kerja Indonesia yang ada di sana terutama keselamatan dan kesejahteraannya dan saya harap juga Korea Selatan memberikan semacam lebih luas lagi kuota lapangan pekerjaan bagi pekerja Indonesia. Hal ini tentu saja merupakan salah satu faktor hubungan baik dan semakin baik antara Indonesia dan Korea Selatan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengungkapkan bahwa Indonesia sudah mengeluarkan kebijakan pembebasan kepada beberapa negara termasuk Korea Selatan.  Mahyudin berharap agar Korea Selatan juga melakukan hal yang sama, mengeluarkan kebijakan pembebasan visa untuk warga negara Indonesia.

Merespon harapan para pimpinan MPR, Chung Sye-Kyun mengatakan bahwa tentang persoalan bebas visa, Korea memiliki prinsip bahwa kebijakan antar dua negara harus bersifat saling melengkapi dan menguntungkan kedua negara. Untuk itu Chung sangat setuju dengan harapan untuk bebas visa bagi warga Indonesia dan untuk itu Korea Selatan akan melihat kembali kebijakan-kebijakan luar negerinya terutama dengan negara-negara sahabat seperti Indonesia.

Sedangkan untuk permasalahan tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan, Chung mengungkapkan bahwa pada awalnya para pekerja Indonesia di Korea Selatan dilatih agar menjadi pekerja yang terlatih yang sangat diperlukan di Korea Selatan. Para pekerja Indonesai tersebut terlatih dan menguasai teknologi-teknologi Korea Selatan dan mereka mendapatkan gaji untuk itu.

"Intinya kami membuat berbagai program untuk tenaga-tenaga kerja asing termasuk tenega kerja Indonesia dan program tersebut berjalan sangat baik. Kami sangat menghargai para pekerja profesional Indonesia di Korea Selatan. Soal perluasan lapangan pekerjaan kami rasa baik, kami akan melihat kondisi ekonomi di negara kami jika perekonomian semakin baik, kami akan buka lapangan pekerjaan secara lebih luas," pungkasnya. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya