Berita

Ratna Sarumpaet/Net

Hukum

Diperiksa 10 Jam, Ratna Sarumpaet Dicecar 24 Pertanyaan

KAMIS, 12 JANUARI 2017 | 08:50 WIB | LAPORAN:

. Ratna Sarumpaet, menjawab 24 pertanyaan yang diajukan penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (PMJ), hingga pukul 24.00 WIB, Kamis dinihari (12/1).

Tersangka kasus dugaan persiapan makar itu, memulai jadwal pemeriksaan sejak pukul 13.00 WIB, Rabu (11/1) dipotong waktu istirahat.

"Jam 12 (24.00 WIB) malam selesai (diperiksa). Ada 24 pertanyaan," kata salah satu kuasa hukum tersangka, Ali Lubis melalui pesan singkat elektronik kepada RMOL, Kamis pagi.


Menurut Ali, pemeriksaan tersebut yang kedua terhadap Ratna. Pada pemeriksaan sebelumnya, aktivis sosial itu bersaksi untuk tersangka Sri Bintang Pamungkas (SBP), Kamis 22 Desember 2016 lalu.

Saat itu, ibunda Atika Hasiloan tersebut diverbal terkait peristiwa di atas kolong jembatan Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut Ratna, pidato SBP di Kali Jodo terjadi bulan November 2016 lalu. Rarna mengaku, dirinya juga diundang ke acara yang dihadiri warga gusuran Kalijodo tersebut.

Kali ini, Ratna Sarumpaet diverbal untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya sebagai tersangka dalam kasus yang menjeratnya.

"Jadi, ini pemeriksaan untuk diri (Ratna) sendiri, sebagai tersangka," papar pengacara yang juga menjabat Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu.

Terkait materi pemeriksaan, Ali mengatakan, tidak jauh berbeda dengan teknis yang ditanyakan terhadap tersangka lainnya.

Khususnya, tentang pertemuan-pertemuan yang melibatkan 11 tokoh lain yang telah ditetapkan tersangka di kasus tersebut.

Ali menambahkan, sejauh ini belum ada pertanyaan aneh atau janggal yang diajukan penyidik terhadap kliennya.

"Pemeriksaan masih sama seputar beberapa pertemuan aja. Untuk (pertanyaan) janggal dan aneh belum ada," pungkasnya.

Untuk diketahui, Ratna dijerat Pasal 107 KUHP Jo pasal 110 KUHP Jo pasal 87 KUHP terkait kasus dugaan persiapan makar, tanggal 1 Desember 2016 di Jakarta.

Berbagai upaya dilakukan Ratna dan kuasa hukumnya untuk terlepas dari sangkaan makar. Termasuk melayangkan permohonan pengajuan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) terkait kasusnya, kepada Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan, Kamis (5/1).

Namun, belum ada keputusan resmi dari Kapolda yang akrab disapa Iwan Bule itu terkait permohonan SP3 Ratna. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya