Berita

Foto/Net

Hukum

Chat News

Terenyuh Aku, Kok Bisa Terulang Lagi

Siswa Pelayaran Tewas Dihajar Senior
KAMIS, 12 JANUARI 2017 | 08:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Miris, dunia pendidikan masih saja diwarnai aksi kekerasan. Seorang siswa taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) tewas dikeroyok seniornya. Berita ini meramaikan jagat dunia maya, kemarin. Ada apa dengan sistem pendidikan kita. Siapa yang bertanggung jawab terhadap kejadian yang terus berulang ini?

Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chaeruddin menyampaikan, Amirullah Adityas Putra (18), taruna STIP jurusan Nautika, meninggal di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, setelah dianiaya para seniornya. Peristiwa itu terjadi Selasa (10/01) malam. Polisi mendapat laporan dari pihak rumah sakit ada dugaan kematian korban yang tidak wajar. Total ada enam korban dalam kasus dugaan penganiayaan ini. Amirullah adalah satu-satunya korban tewas. "Salah satu pelaku meminta (juniornya) berkumpul di TKP (tempat kejadian perkara) Gedung Dormitory 4 kamar M205 lantai 2. Yang datang berenam, termasuk korban," cerita Chaeruddin di Mapolres Jakarta Utara, kemarin.

Di sana, lima pelaku melakukan penganiayaan terhadap enam korban sekitar pukul 22.30 WIB. Amirullah ini dianiaya empat orang pelaku bernama Sisko Mataheru, Willy Hasiholan, Iswanto, Akbar Ramadhan. Sementara pelaku Jakario tidak terlibat penganiayaan korban Amirullah, melainkan korban lain bernama Ahmad Fajar. Setelah dianiaya, Amirullah pingsan. Para pelaku memberikan minyak angin kepada korban, namun tak kunjung siuman. Setelahnya para pelaku lapor ke taruna tingkat IV atau seniornya dan menceritakan peristiwa ini. Sekitar pukul 00.15 WIB, tim dokter STIP memberikan pemeriksaan terhadap korban. Pukul 01.45 WIB dinyatakan meninggal dunia oleh pihak STIP.


"Disebutkan, bibir sebelah dalam bagian bawah terdapat luka lecet. Kemudian ditemukan organ dalam tanda-tanda mati lemas. Yang ketiga, terdapat bintik darah dan resapan darah pada paru-paru, jantung, dan kelenjar liur perut," terang Chaeruddin. Menurutnya, peran pelaku berbeda-beda. "Nanti kami periksa tapi mengarah Pasal 170 KUHP ayat 3, kita juncto-kan dengan Pasal 351 KUHP ayat 3, di mana korban meninggal dengan ancaman 12 tahun penjara," tandasnya.

Di Twitter, kejadian ini dikecam. Akun @dora_handoko menyayangkan kejadian itu. "Masih ada juga kekerasan di STIP. Masih belum cukup anak saya yang menjadi korban alm @dimasdikita," kicaunya, disambut @iamfckingbadass. "Terenyuh aku, kok masih bisa kejadiannya terulang lagi ya bu," kicaunya. Sementara akun @Adv_Perubahan menyoroti sistem pendidikan yang masih menghalalkan perploncoan. "Sistem pendidikan dan kurikulum sekolah harus dapat menghilangkan budaya kekerasan fisik, plonco dan aksi bullying," kicaunya, diisambut @adjatwiratma. "Pendidikan macam apa yang diajarkan selama ini, hingga kekerasan jadi budaya," cuitnya. Akun @DIMAS_NAY menimpali. "Sudah kali ketiga STIP kasus kekerasan hingga berujung kematian kepada mahasiswanya. Gila. Teror kekerasan di institusi pendidikan, sumpah!" cuit dia. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya