Berita

Nusantara

Nasyiatul Aisyiyah Beri Pendampingan Psikososial Bagi Korban Gempa Pidie Jaya

KAMIS, 12 JANUARI 2017 | 03:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Nasyiatul Aisyiyah (NA) memberikan pendampingan psikososial pasca bencana bagi perempuan dan anak penyintas gempa di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pendampingan ini melibatkan relawan dari Nasyiatul Aisyiyah dan relawan lokal dari penduduk setempat.

"Pendampingan ini merupakan upaya untuk membantu mengatasi dampak psikososial pasca bencana yang mungkin terjadi akibat kerentanan psikologis pada penyintas," kata Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Aceh, Syarifah Aini, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 12/1).

Aini menyebutkan dukungan psikososial yang diberikan Nasyiatul Aisyiyah Aceh adalah kegiatan pemberian ketrampilan. Misalnya melatih merajut, membuat bros dan kerajinan tangan lainnya, membuat makanan dan minuman sehat, serta membuat pupuk kompos.


Menanggapi program pendampingan psikososial yang  berlangsung selama 3 minggu dari 18 Desember 2016 hingga 7 Januari 2017, Ibu Geuchik (Lurah) Meunasah Balek, Meureudu, Ibu Nana, menyambut baik kegiatan ini. Sebab program Nasyiatul Aisyiyah ini sangat bermanfaat untuk ibu-ibu di Meureudu, khususnya di gampong Meunasah Balek.

"Beberapa dari kami baru tahu ternyata lidah buaya itu bisa dimanfaatkan untuk dibuat minuman sehat dan segar, cendol bisa dibuat dari bahan yang sederhana. Begitu juga pembuatan kompos, ternyata sangat mudah dikerjakan oleh ibu-ibu," ungkap Nana.

Sementara itu, kegiatan pendampingan psikososial bagi anak juga dilakukan oleh Nasyiatul Aisyiyah Sumut bekerjasama dengan 'Aisyiyah Sumut di Meunasah Tuha, Meureudu, Pidie Jaya. Kegiatan psikososial untuk anak usia 5-10 tahun ini berupa senam bersama, outbond, menggambar dan menyanyi, bermain bersama, serta lomba-lomba. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya