Berita

Bisnis

GP Ansor Yakin Rakyat Dukung Pembangunan Pabrik Semen Rembang

SENIN, 09 JANUARI 2017 | 14:23 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas merasa yakin masyarakat akan mendukung beroperasinya pabrik Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah.

"Saya yakin masyarakat akan mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia bila mampu mengomunikasikannya dengan baik," ucap Yaqut dalam keterangan persnya, (Senin, 8/1).

Apalagi Semen Rembang merupakan BUMN yang harus diperkuat agar tidak kalah saing dengan perusahaan swasta nasional maupun multinasional. Dengan begitu, BUMN seperti Semen Rembang bakal menjadi tuan rumah di negara sendiri dan unggul di pasar Asia Tenggara.


GP Ansor sebagai organisasi berbasis massa Nahdlyin, kata Yaqut, selain memperhatikan hal tadi, namun juga fokus kepada persoalan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Menyikapi masalah Semen Rembang yang kini marak pro dan kontra kehadirannya, Yaqut meminta agar juga diperhatikan aspek lingkungannya.

"Pemerintah jangan hanya mengejar angka statistik pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita saja karena kita ingin industri di Indonesia menjadi berkelanjutan, ramah lingkungan dan bermanfaat kepada masyarakat sekitarnya," Yaqut menuturkan.

Menurut Yaqut, menjadi sia-sia bila pembangunan dan industri di Indonesia digenjot peningkatannya tetapi kehidupan masyarakat dan lingkungan dirugikan. Yaqut mengimbau agar Indonesia tidak seperti Cina yang meningkatkan industrinya namun sisi lingkungannya buruk sebab tidak dicermati.

GP Ansor, ucap Yaqut, masih menganggap pro dan kontra masyarakat terhadap Semen Rembang kini masih dalam taraf wajar pada sebuah negara dan masyarakat yang sedang berubah menjadi lebih baik.

Yaqut beranggapan, pada polemik Semen Rembang sebagai industri BUMN intinya berada pada penguatan partisipasi masyarakat sekitar wilayah operasi pabrik. GP Ansor meminta, masyarakat dilibatkan dalam pola pembuatan aspek sosial dan lingkungan pembangunan industri semen.

"Perlu masyarakat dilibatkan dalam penguatan partisipatif yang bersifat struktural. Misalnya dengan lebih dulu mendirikan sekolah industri untuk mencetak sumber daya manusia lokal yang berkualitas sehingga bisa terlibat pada operasional industri pabrik semen," ujar Yaqut.

Hal lainnya, kata Yaqut, industri BUMN seperti Semen Rembang juga menunjukkan komitmennya soal pengelolaan CSR ke masyarakat. Pengelolaan CSR perlu keseriusan dan struktural guna mengubah masyarakat yang masih tertinggal.

Terkait masa depan Semen Rembang yang akan diputuskan 17 Januari nanti, Yaqut mengatakan, perlu keseriusan berpikir mempertimbangkan penetapannya. GP Ansor mengimbau pemerintah jujur menyampaikan apapun kebijakan soal Semen Rembang ke masyarakat.

"Saat ini diperlukan keinginan baik, terutama Menteri BUMN, untuk rendah hati berdialog kembali dengan masyarakat RAembang," ucap Yaqut.

Kelayakan beroperasinya Semen Rembang kini sedang di uji oleh tim kecil yang beranggotakan dari Kementerian LHK, Kementerian BUMN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Staf Presiden. Unjuk rasa masyarakat pro dan kontra pabrik semen itu juga terus marak hingga sekarang. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya