Berita

Kesha/Net

Blitz

Kesha, Kasus Pelecehan, Tuding Gaga & Perry Terlibat?

MINGGU, 08 JANUARI 2017 | 10:57 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kasus pelecehan yang diala­mi penyanyi Kesha memasuki babak baru. Selain menuding Lukasz Gottwald alias Luke selaku produsernya sebagai pelaku, Kesha juga menyeret nama Lady Gaga dan Ketty Perry. Kok bisa?

Alasan Kesha menyeret nama Gaga dan Perry kar­ena dianggap kedua orang ini mengkhianati kepercayaannya. Ia juga menuduh Perry terli­bat dalam kasusnya lantaran sebagian besar lagu miliknya diproduseri Luke. Kesha men­curigai bahwa Perry sebagai kaki tangan Luke.

Tudingan ini tentu berbeda dengan sikap Gaga saat wawan­cara radio. Dalam sesi wawan­cara itu, penyanyi yang dijuluki Mother Monster ini menyata­kan dukungannya pada Kesha untuk mencari kebenaran.


"Aku merasa Kesha benar-benar dipermalukan di de­pan publik sebab kejadian semacam ini kerap ter­jadi dalam industri musik. Hal itulah yang membuatku ingin berdiri di sis­inya. Aku tak bisa melihat wanita lain mengalami apa yang pernah kualami sebelum­nya," kata Gaga, kala itu.

Bukan hanya sang Moth­er Monster, julukan Gaga, tetapi sederet penyanyi lain pun secara jelas menyuara­kan dukungannya terhadap penyanyi berusia 18 tahun itu. Di antaranya, Adele, Tay­lor Swift, Ariana Grande dan Charli XCX.

Seperti diketahui, aksi pelecehan terhadap penyanyi nyentrik terjadi pada 2014 den­gan Luke sebagai orang diduga sebagai pelaku. Kesha merilis pernyataan bahwa dirinya telah dilecehkan oleh sang produser, Dr Luke, secara seksual, fisik, verbal dan emosional.

Ia pun geram dan melayang­kan gugatan untuk membatal­kan kontrak rekaman dengan Luke. Sayang, pengadilan tak mengabulkan gugatannya dan tetap menyelesaikan kon­trak dengan perusahaan rekaman tersebut. Na­mun Kesha langsung mengajukan banding atas keputusan terse­but pada Februari 2016. ***

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya