Berita

Foto: Facebook Djarot Saiful Hidayat

Nusantara

PILKADA JAKARTA

Pemukulan Atas Pendukung Ahok-Djarot Dipicu Kata Haram

SABTU, 07 JANUARI 2017 | 14:13 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kata "haram" menjadi pemicu peristiwa pemukulan terhadap Widodo, pengurus ranting PDI Perjuangan, yang babak belur dikeroyok sekelompok orang pada Jumat malam kemarin.

Hal itu diakui sendiri oleh Widodo saat menceritakan insiden yang menimpanya kepada calon wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, yang datang menjenguknya di RS Royal Taruma, Jakarta Barat, Sabtu pagi (7/1).

Diberitakan RMOL Jakarta, kejadian bermula ketika Djarot dan rombongannya bersosialisasi dengan warga di kawasan Jelambar pada Jumat (6/1). Ketika itu, ada beberapa orang sempat mencoba menghalang-halangi Djarot. Di tengah kejadian tersebut, Widodo yang menjabat Wakil Ketua Ranting PDIP Jelambar ikut mengawal Djarot.


"Yang kemarin (bilang) haram-haram itu. Terus saya bilang 'enggak ada yang haram'. Dia langsung nunjuk (bilang) 'awas lu ya'," ungkap Widodo kepada Djarot di RS Royal Taruma, Jakarta Barat.

Pada malam harinya, Widodo yang sedang berada di warung didatangi sekelompok orang yang masih mempersoalkan insiden tersebut.

"Ngapain lu ngomong haram? Kan lu duluan yang ngomong haram. Saya lagi ngantongin HP terus enggak lihat, sudah dihajar sama dia," ujar Widodo.

Kasus ini tengah diselidiki Polres Metro Jakarta Barat, sedangkan para pelaku pengeroyokan sedang dalam perburuan.

Djarot, lewat akun facebooknya, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan takut terhadap aksi-aksi kekerasan seperti dialami Widodo.

"Mendengar anggota PDIP Jakarta Barat dikeroyok kemarin malam, saya pagi ini bergegas menjenguknya di Rumah Sakit Royal Taruma di Daan Mogot, Jakarta Barat. Saya berharap kepolisian setempat mengusut tuntas pengeroyoknya. Salam perjuangan, salam 2 jari," tulis Djarot, ditambahi tagar #kamitidaktakut dan #ahokdjarotmenangsatuputaran.

Sebelumnya, Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, juga meminta kasus pengeroyokan terhadap Widodo diusut tuntas.

"Saya berharap ini polisi dapat usut tuntas dan segera karena sudah sampai timbul korban begini. Saya sangat menyayangkan ya ini terjadi, sebagai kader PDIP saya akan minta kasus ini diusut tuntas," kata Prasetio, Sabtu (7/1). [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya