Berita

Dunia

Veteran Perang Irak Menembak Brutal Di Bandara Florida, Lima Orang Tewas

SABTU, 07 JANUARI 2017 | 08:08 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Penembakan brutal terjadi di bandar udara Fort Lauderdale, negara bagian Florida, Amerika Serikat. Dalam tragedi itu lima orang diberitakan tewas dan delapan lain luka-luka.

Sampai berita ini dilaporkan abc news, diketahui bahwa sang pelaku adalah seorang veteran Angkatan Darat berusia 26 tahun, Esteban Santiago. Ia baru saja mendarat di Bandara itu dengan sebuah pistol di bagasinya. Ia melepaskan tembakan di area pengambilan bagasi, pada Jumat waktu setempat.

Para saksi mata kejadian itu menerangkan bahwa Santiago langsung membuang senjatanya dan berbaring di lantai setelah melepaskan sejumlah tembakan.


Santiago diketahui pula pernah bertugas di Irak bersama Garda Nasional, tetapi diberhentikan oleh Angkatan Darat AS karena alasan kinerja yang tidak memuaskan. Kakaknya mengatakan bahwa Esteban sempat menerima perawatan psikologis baru-baru ini.

"Kami tidak tahu motifnya pada saat ini. Pelakunya bisa jadi sakit mental, atau bisa jadi memiliki motif jauh lebih jahat, dan itu adalah terorisme," kata Senator asal Florida, Bill Nelson.

Seorang saksi mengatakan, Santiago melepaskan tembakan bertubi-tubi tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ia terus menembakkan peluru dari pistolnya sampai kehabisan amunisi.

"Orang-orang mulai berteriak dan berusaha keluar dari setiap pintu. Mereka bisa bersembunyi di bawah kursi," kata salah seorang saksi, Mark Lea.

Di AS, adalah legal bagi penumpang maskapai penerbangan untuk melakukan perjalanan dengan senjata dan amunisi selama senjata api itu dimasukkan ke dalam bagasi dan tidak dibawa masuk ke kabin. Senjata api mesti dalam keadaan tidak terisi dan terkunci. Senjata api juga mesti diinformasikan kepada pihak maskapai ketika penumpang check-in.

"Santiago tiba di Fort Lauderdale setelah lepas landas dari kampung halamannya di Anchorage, Alaska, pada penerbangan Kamis malam dengan membawa satu koper yang berisi senjatanya," kata kepala polisi di bandara Anchorage, Jesse Davis.

Kejadian ini menimbulkan gugatan dari publik soal perlunya pejabat keselamatan penerbangan mengubah aturan-aturan keamanan.

Pada tahun 2013, seorang pria bersenjata menembak dan menewaskan salah satu petugas keamanan dan melukai tiga orang lainnya di Bandara Internasional Los Angeles.

November lalu, seorang pekerja maskapai ditembak dan tewas di dekat tempat parkir karyawan di bandara Oklahoma City, dan pada tahun 2015 seorang pria ditembak mati setelah ia menyerang petugas keamanan federal di bandara New Orleans.

"Kenyataannya adalah bahwa di mana pun ada banyak tempat, seperti di bandara, kami rentan terhadap jenis serangan," kata Senator Nelson. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya